JEMBER, Halojember.jawapos.com - Banjir yang melanda Jember membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Selain aliran PDAM sempat terhenti, banyak sumur pompa milik warga tak bisa digunakan karena tercemar lumpur.
Air yang sebelumnya menjadi tumpuan sehari-hari berubah keruh dan berbau.
Kondisi ini mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Jember turun langsung melakukan aksi melalui program WASH atau Water, Sanitation, and Hygiene (Air, Sanitasi, dan Kebersihan) di wilayah terdampak.
Luapan sejumlah sungai merendam permukiman warga di berbagai kecamatan, termasuk kawasan padat penduduk.
Lumpur dan air banjir masuk ke sumur-sumur warga sehingga tidak lagi layak digunakan untuk minum maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.
Warga pun terpaksa bergantung pada bantuan air bersih. Situasi tersebut menjadi perhatian utama PMI Jember dalam fase pemulihan pascabencana.
Sebagai bagian dari misi kemanusiaan, Tim WASH PMI Jember melakukan normalisasi sumur warga secara bertahap.
Jika sebelumnya dilakukan normalisasi terhadap 11 sumur, kini jumlahnya bertambah menjadi 20 sumur.
Tambahan normalisasi ini dilakukan kemarin. Total ada tiga lokasi, yakni Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates; Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang; serta Dusun Gempal, Desa/Kecamatan Pakusari.
Upaya ini dilakukan agar warga bisa kembali mengakses sumber air bersih secara mandiri.
Di Kelurahan Kepatihan, Tim WASH menormalisasi 11 sumur sekaligus membersihkan 12 rumah warga yang terdampak banjir. Sementara di Dusun Gempal, Desa Pakusari, lima sumur warga berhasil dinormalisasi.
Adapun di Kelurahan Jember Lor, empat sumur lainnya juga ditangani. Proses normalisasi dilakukan menggunakan mesin pompa air berkapasitas besar untuk mempercepat pengurasan dan pembersihan.
Ketua PMI Jember, Zainollah, mengatakan, tim WASH kembali bergerak setelah menerima laporan kondisi sumber air warga yang membutuhkan penanganan khusus.
Demi keselamatan kerja dan efektivitas waktu, pengerjaan difokuskan di beberapa lokasi dengan peralatan yang memadai.
“Hari ini Tim WASH kembali bergerak, kami fokus di tiga titik karena adanya laporan terkait kondisi sumber air warga yang memerlukan penanganan khusus. Personel kami sudah dibekali peralatan memadai untuk menguras dan membersihkan sumur agar bisa digunakan kembali oleh warga,” ujarnya.
Normalisasi sumur meliputi pengurasan air tercemar, pembersihan dinding sumur, serta pemberian perlakuan khusus seperti kaporit untuk sterilisasi bakteri.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas air kembali sesuai standar kesehatan.
"Pemulihan akses air bersih menjadi prioritas untuk mencegah penyakit berbasis air seperti diare dan gangguan kulit. Kami berharap warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman," pungkasnya.
Editor : Sidkin