Halojember.jawapos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi itu terus meningkat dan masih dalam proses pencarian serta pendataan.
Abdul Muhari menyampaikan bahwa per laporan terbaru hingga 9 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.182 orang akibat banjir dan longsor.
Data terbaru menunjukkan bahwa proses pencarian terhadap korban yang masih hilang masih terus berlangsung oleh tim SAR gabungan dari BNPB, TNI, Polri dan relawan lainnya.
Korban meninggal itu tersebar di berbagai wilayah terdampak, dengan Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menjadi provinsi-provinsi yang paling parah dilanda bencana.
Jumlah korban meninggal 1.182 jiwa ini merupakan akumulasi selama beberapa pekan sejak badai hujan ekstrem melanda pulau Sumatera pada akhir November hingga Desember 2025.
Abdul Muhari mengatakan, angka ini dapat berubah seiring proses pencarian di zona-zona yang aksesnya masih sulit dijangkau.
Pemerintah daerah dan pusat terus melakukan evakuasi serta penyaluran bantuan kepada keluarga korban dan masyarakat yang terdampak.
Sebelumnya BNPB pernah mencatat jumlah korban meninggal yang lebih rendah, namun angka terus naik seiring tim SAR menemukan jenazah di lokasi-lokasi terisolasi.
Bencana ini juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka rusak atau hanyut tersapu banjir bandang.
Data dari BNPB memperlihatkan bahwa kerusakan infrastruktur di tiga provinsi itu cukup parah, termasuk puluhan ribu rumah, sekolah, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.
Upaya bantuan terus ditingkatkan dengan pengiriman logistik, air bersih, makanan dan obat-obatan ke titik-titik pengungsian.
Masyarakat juga diimbau waspada terhadap potensi hujan intensitas tinggi yang masih bisa terjadi di wilayah rawan banjir dan longsor.
Koordinasi antara BNPB, pemerintah provinsi, dan relawan terus berjalan untuk mempercepat pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Editor : Sidkin