Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Update Keracunan MBG Mojokerto, Korban Bertambah Jadi 349 Orang, Pemerintah Selidiki Penyebabnya

Sidkin • Selasa, 13 Januari 2026 | 07:40 WIB
Ilustrasi siswa dan santri di Kabupaten Mojokerto yang keracunan MBG, Dinas Kesehatan langsung membuka posko.
Ilustrasi siswa dan santri di Kabupaten Mojokerto yang keracunan MBG, Dinas Kesehatan langsung membuka posko.

MOJOKERTOHalojember.jawapos.com - Kasus dugaan keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto terus berkembang dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah hingga provinsi.

Jumlah korban yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG itu dilaporkan kembali bertambah.

Data yang dihimpun, hingga Senin (12/1/2026), total korban yang diduga keracunan MBG  mencapai 349 orang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, dari ratusan korban tersebut, 159 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Sebanyak 159 orang masih dirawat, sementara sisanya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis,” kata Teguh Gunarko.

Para korban yang masih dirawat tersebar di 13 fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan di Mojokerto.

Gejala yang dialami para korban umumnya berupa mual, muntah, pusing, demam, dan diare.

Keluhan kesehatan tersebut muncul beberapa jam setelah para siswa dan santri mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam yang dibagikan pada Jumat, 9 Januari 2026.

Lonjakan pasien secara bersamaan sempat membuat sejumlah puskesmas kewalahan menerima pelajar dengan keluhan serupa.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto kemudian membuka posko kesehatan untuk mempermudah pendataan dan penanganan korban.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung meninjau penanganan korban keracunan MBG di Mojokerto.

 

Emil menegaskan keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama pemerintah dalam kasus ini.

“Ini tentu sesuatu yang kita semua memberikan atensi maksimal agar para siswa-siswi atau penerima manfaat yang terdampak secara medis bisa mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Emil Elestianto Dardak.

Selain penanganan medis, pemerintah juga fokus menelusuri penyebab terjadinya keracunan massal tersebut.

Investigasi dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Dinas Kesehatan, kepolisian, Kodim 0815, serta Badan Gizi Nasional.

Pemeriksaan meliputi sampel makanan, bahan baku, proses pengolahan, hingga sistem distribusi menu MBG.

Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang memasok menu MBG di wilayah Kutorejo dihentikan sementara.

Penghentian dilakukan hingga hasil investigasi resmi keluar dan penyebab keracunan dapat dipastikan.

Emil menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kita ingin memperoleh gambaran yang utuh agar ke depan sistem dapat diperbaiki dan diperkuat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memastikan seluruh biaya perawatan korban keracunan MBG ditanggung pemerintah.

Masyarakat yang merasa mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi MBG diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama tim gabungan masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.*

Editor : Sidkin
#mojokerto #mbg mojokerto #MBG Beracun #Korban Keracunan MBG #keracunan mbg #korban keracunan #emil elestianto dardak #keracunan #badan gizi nasional