JEMBER, Halojember.jawapos.com - Banjir yang meluas di sejumlah lintasan kereta api membuat perjalanan KA dari wilayah Daop 9 Jember terdampak. Salah satu yang terkena imbasnya adalah KA Pandalungan.
Rute KA relasi Jember-Gambir (Jakarta) ini harus diubah karena kondisi jalur belum aman dilalui.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember menjelaskan, peningkatan debit air terjadi di beberapa wilayah operasional, terutama lintas Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran perjalanan kereta api jarak jauh.
Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air di jalur rel sehingga sebagian lintasan belum memenuhi standar keselamatan.
KAI pun melakukan pemantauan dan pemeriksaan teknis secara intensif sebelum mengoperasikan kereta.
“Keselamatan perjalanan dan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute hingga pembatalan perjalanan,” kata Manager Hukum dan Humasda Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.
Berdasarkan evaluasi operasional, KA Pandalungan keberangkatan dari Stasiun Jember menuju Stasiun Gambir terdampak serius akibat banjir.
Adapun KA ini juga mengalami penyesuaian keberangkatan estimasi pukul 16.30 (lambat 30 menit) dikarenakan kedatangan rangkaian kereta tersebut dari Stasiun Gambir pukul 15.10 (lambat 370 menit).
Selain mengalami keterlambatan, perjalanan KA Pandalungan harus menempuh rute memutar melalui Surabaya Pasarturi, Gambringan, Solo, Kroya, dan Cirebon.
Sementara itu, satu perjalanan lain dari wilayah Daop 9 Jember, yakni KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasarsenen, dibatalkan.
Pembatalan dilakukan karena kondisi lintasan belum memungkinkan untuk dilewati secara aman.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen.
Pengembalian dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun Contact Center 121 sesuai ketentuan yang berlaku.
“KAI berkomitmen menyampaikan informasi terkini seiring perkembangan penanganan banjir dan mengapresiasi kesabaran pelanggan di tengah cuaca ekstrem,” tutup Cahyo.
Editor : Sidkin