Radar Jember – Terjadinya cuaca ekstrem membuat ombak di pantai selatan tak bersahabat.
Ini, bukan saja pada wisatawan, namun para nelayan juga banyak yang tidak melaut.
Akibatnya, hasil tangkapan nelayan Puger menurun drastis.
Bahkan, dalam sehari hanya ada satu dua nelayan saja. Itu pun dalam jumlah kecil.
Baca Juga: Solusi Membiasakan Anak Makan Ikan
Dampak ini membuat datangnya pasokan ikan dari luar Jember, lewat tempat pelelangan ikan (TPI) Puger.
Seperti datang dari Kabupaten Situbondo, Lamongan, Sidoarjo, dan beberapa lokasi lain.
Adanya pasokan ikan dari luar Jember ini pun diawasi oleh sejumlah pihak, termasuk Satpolair Polres Jember.
Baca Juga: Setelah Insiden Keracunan: Meninjau Kehalalan Ikan Hiu dalam Islam
Anggota Satpolair Polres Jember Aipda Rifa'i kemarin memberikan imbauan agar semua pedagang ikan dari luar Jember patuh aturan.
Salah satunya tidak menggunakan bahan pengawet pada ikan karena akan berbahaya.
“jangan pakai bahan pengawet. Orang yang datang ke Puger ini bukan hanya warga Puger, tetapi juga ada warga dari luar Jember,” katanya.
Menurutnya, pengawasan terhadap pasokan ikan harus dilakukan bersama-sama. Termasuk dilakukan sesame nelayan dan pedagang.
Tujuannya, agar ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat luas tidak berdampak negatif. (nur)
Editor : Hariri HJ