JEMBER, Halojember.jawapos.com - Insiden kerusuhan yang menyebabkan kerusakan bus rombongan Persida Sidoarjo pada babak 16 Besar Liga 4 Jatim pekan lalu akhirnya terselesaikan.
Peristiwa pelemparan batu oleh oknum suporter Persid Jember itu sempat menjadi sorotan publik dan berbuntut sanksi.
Persid Jember dijatuhi hukuman dua pertandingan tanpa penonton serta denda Rp 20 juta akibat kejadian tersebut.
Hari ini, Senin (26/1/2026), Manajemen Persid Jember bersama panpel dan perwakilan suporter mendatangi kantor PO AKAS Asri Jember untuk menuntaskan persoalan ganti rugi.
Manager Persid Jember M Sholahuddin Amrullah mengatakan, penyelesaian administrasi dilakukan langsung agar persoalan tidak berlarut-larut.
Ia menegaskan, manajemen, perwakilan suporter South Sector Jember, dan panpel datang bersama sebagai bentuk tanggung jawab moral atas insiden tersebut.
“Sekali lagi kami dari manajemen dan juga teman-teman Jember mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Persida Sidoarjo sebagai tamu di Jember atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Total kerugian akibat kerusakan bus mencapai Rp 9,3 juta dan telah dibayarkan lunas pada hari yang sama.
Pembayaran itu diserahkan langsung kepada pihak PO sebagai bentuk komitmen penyelesaian secara terbuka.
“Administrasi kerusakan sudah ditanggung oleh Persid Jember, panpel, dan juga dibantu oleh suporter,” katanya.
Sholahuddin yang akrab disapa Om Jo menyebut kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya suporter dan pencinta sepak bola di Jember.
Ia berharap stadion tetap menjadi ruang hiburan yang aman dan nyaman bagi seluruh tim maupun pendukung.
“Sepak bola itu alat pemersatu, untuk kita nikmati bersama, bukan ajang tawuran atau kerusuhan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen suporter menjaga nama baik Jember dan menjadikan pertandingan sebagai momen kebanggaan bersama.
“Monggo kita jaga Jember bersama, kita jaga rumah kita bersama untuk sepak bola Jember,” ajaknya.
Terpisah, sopir bus AKAS, Wiwid, mengapresiasi itikad baik manajemen dan suporter yang telah mengganti biaya perbaikan.
Ia menyebut kaca belakang bus pecah, kaca samping retak, serta bodi kanan dan kiri mengalami penyok akibat lemparan batu.
“Kami berterima kasih karena biaya perbaikan sudah diganti. Semoga ke depan tidak ada kejadian seperti ini lagi,” ucapnya.*
Editor : Sidkin