JEMBER, Halojember.jawapos.com - Hujan lebat disertai angin kencang merobohkan salah satu rumah di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Selasa dini hari (27/1/2026).
Satu orang dilaporkan tertimpa reruntuhan rumah berukuran 5x7 meter tersebut.
Ambruknya rumah dari bambu itu terjadi sekira pukul 01.00 WIB setelah Jember diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hari sebelumnya.
Kepala Dusun Krajan Barat Desa Candijati, Heri Minggar, mengatakan, dirinya pertama kali menerima laporan melalui kiriman video dari warga yang memperlihatkan kondisi rumah milik keluarga Supo sudah ambruk.
Ia langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak terkait untuk langkah penanganan awal.
"Langsung saya koordinasi sama Pak Sekdes dan kirim ke grup perangkat desa," ujar Heri.
Sebelum insiden terjadi, lanjutnya, cuaca di wilayah tersebut memang terpantau ekstrem.
Hujan turun tanpa henti sejak pukul 17.30 WIB hingga menjelang tengah malam.
Menurut Heri, selain diterpa angin kencang, bangunan rumah itu sebelumnya sudah dalam kondisi miring dan rapuh.
Dinding rumah diketahui masih menggunakan anyaman bambu atau sesek yang telah lapuk dimakan usia.
Akibat robohnya bangunan tersebut, anak Supo, Putri Rahmadhani, 19 tahun, tertimpa atap rumah saat sedang tertidur.
Korban segera dilarikan ke Puskesmas Arjasa untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban alami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang," imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Zughrinada Wahyudi Hidayat, menyampaikan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan.
Bantuan yang diberikan meliputi logistik serta material bangunan dasar untuk membantu pemulihan rumah tersebut.
"Kami menyalurkan bantuan berupa logistik. Selain itu juga nantinya kami akan mengirimkan material berupa genteng, batu-bata, kayu usuk, dan kayu reng," jelas Wahyudi.
Menyikapi cuaca yang masih tidak menentu, ia mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di bangunan rawan atau kawasan lereng.
Wahyudi mengingatkan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah saat hujan deras serta menghindari lokasi yang berpotensi longsor maupun tersambar petir.
"Tetap waspada dan berhati-hati mengingat curah hujan masih cukup tinggi saat cuaca ekstrem," pungkasnya.*
Editor : Sidkin