Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Viral Menu MBG di Jember Tak Sertakan Susu, Wali Murid Ungkap Penyebabnya

Sidkin • Jumat, 30 Januari 2026 | 16:10 WIB

 

Viral Menu MBG di Jember Tak Sertakan Susu, Wali Murid Ungkap Penyebabnya
Viral Menu MBG di Jember Tak Sertakan Susu, Wali Murid Ungkap Penyebabnya

JEMBER, Halojember.jawapos.com – Viralnya menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial, Jumat (30/2/2026).

Netizen menyoroti isi menu yang dinilai terlalu sederhana dan tidak layak.

Dalam unggahan yang beredar di sosial media, menu MBG tampak hanya berisi sate, lontong, tempe, dan acar tanpa disertai susu, sehingga memicu pertanyaan soal kecukupan gizi.

Sorotan itu kemudian dikaitkan dengan data dan keluhan sebelumnya yang mempertanyakan kelayakan menu serta besaran anggaran MBG per porsi.

Namun, di tengah ramainya kritik, muncul penjelasan dari wali murid yang menyebut tidak adanya susu dalam menu MBG bukan sepenuhnya berasal dari kebijakan dapur penyedia.

Penjelasan itu disampaikan oleh akun Pradizka GV Ganesha melalui kolom komentar unggahan viral tersebut.

“Selamat sore Ini kebetulan MBG disekolah putri saya... Sebelumnya disclaimer dulu. Saya bukan orang SPPG. Tapi tadi saya ada disekolah kebetulan itu tangan saya yg terfoto untk dikirim ke wali murid. Feel free untk berkomentar bapak/ibu,” tulisnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa menu MBG yang seharusnya dibagikan pada hari tersebut sebenarnya sudah termasuk susu pasteurisasi.

“Tapi saya boleh beri klarifikasi bahwa menu hari ini sebenarnya sate, lontong, acar tempe dan susu pasteurisasi,” lanjutnya.

Menurutnya, pihak sekolah tempat anaknya bersekolah menolak pemberian susu pasteurisasi dengan alasan keamanan dari internal sekolah.

Baca Juga: Update Keracunan MBG Mojokerto, Korban Bertambah Jadi 349 Orang, Pemerintah Selidiki Penyebabnya

“Karena sekolah putri saya menolak diberi susu pasteurisasi dengan alasan keamanan dari internal sekolah, maka yg datang hanya menu sate begitu saja,” tulis Pradizka.

Ia juga menyebut sekolah lain yang berada dalam satu dapur SPPG tetap menerima susu karena tidak melakukan penolakan.

“Untuk sekolah lain yang 1 dapur tapi tidak menolak susu, tetap mendapat susu pasteurisasi. Terimakasih,” ungkapnya.

Penjelasan tersebut diperkuat oleh komentar wali murid lain bernama Usi Eviliani yang menyertakan foto produk susu yang dimaksud.

“Susunya begini mba, sekolah anak saya juga dr sppg sriwijaya , pihak sekolah juga menolak,” tulisnya.

Alasan penolakan susu juga diungkapkan oleh warganet lain yang mengaku pernah mengalami susu MBG cepat rusak.

“Ini cepet basi ank ku pnh dpet d bawa plng uda g bs d minum,” tulis akun Tyaz Nur Sholehatining Tyas.

Dengan adanya penjelasan tersebut, menu MBG yang viral tanpa susu di Jember diketahui bukan karena ketiadaan pasokan, melainkan adanya penolakan dari pihak sekolah terkait aspek keamanan konsumsi.*

Editor : Sidkin
#Menu MBG #jember #Ungkap Penyebab #mbg viral #Makan Bergizi Gratis #Mbg #susu