HaloJember – Keheningan di lorong RSD dr. Soebandi Patrang pada Selasa malam (27/01) mendadak terasa hangat.
Bupati Jember Muhammad Fawait, melakukan inspeksi untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi warganya tetap terjaga optimal, bahkan di saat jam istirahat sekalipun.
Tanpa protokol yang kaku, ia membaur dengan keluarga pasien yang sedang berjaga.
Kedekatannya sangat terasa saat ia berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dan Madura secara bergantian, menyesuaikan dengan latar belakang warga yang ditemuinya.
Saat menyapa warga asal Umbulsari, Gus Fawait memastikan apakah mereka telah memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) dan menanyakan kendala layanan yang dialami.
"Sudah pakai UHC, ya? Ada keluhan pelayanan atau tidak?" tanyanya dalam bahasa Jawa yang santun.
Baca Juga: UHC Jember: Mimpi Kesehatan untuk Semua , Opini oleh: Edwin Dianto
Kepada warga lainnya, ia menegaskan dalam logat Madura bahwa pengobatan melalui UHC BPJS Kesehatan sepenuhnya tidak dipungut biaya.
Ia ingin memastikan bahwa keramahan dan kecepatan petugas medis saat itu murni karena standar pelayanan, bukan karena kehadirannya sebagai pemimpin daerah.
"Ongguhen kih, pon begus? Dekik polan bede Bupati baik satejeh (Beneran sudah bagus? Jangan karena ada bupati lantas berjalan baik)," katanya, dengan logat khas Madura.
Baca Juga: Fraksi PDIP DPRD Jember: Serukan Implementasi Hasil Efisiensi untuk UHC
Baginya, akses kesehatan adalah hak dasar yang harus didapat warga dengan cepat dan tanpa beban finansial.
Ia berkomitmen mewujudkan sistem kesehatan yang sehat, cepat, dan sepenuhnya gratis bagi seluruh warganya.
"Kami turun langsung mengecek pelayanan di RSUD dr. Soebandi untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang maksimal. Sekaligus mensosialisasikan program UHC, di mana seluruh biaya pengobatan gratis untuk warga Jember. Pelayanan sehat, cepat, dan tanpa khawatir biaya," imbuhnya. (mau/dwi)
Editor : Hariri HJ