Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Wow, Penerima Pupuk Subsidi Bertambah, Realisasi ke Petani Capai 15 Ribu Ton

Hariri HJ • Minggu, 1 Februari 2026 | 19:20 WIB

PUPUK SUBSIDI: Jumlah petani yang berhak mendapatkan kuota pupuk subsidi bertambah dari tahun sebelumnya. (DWI SISWANTO/RADAR JEMBER)
PUPUK SUBSIDI: Jumlah petani yang berhak mendapatkan kuota pupuk subsidi bertambah dari tahun sebelumnya. (DWI SISWANTO/RADAR JEMBER)
Halo-Jember - Pemutakhiran data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok elektronik (e-RDKK) di Jember rampung dilakukan.

Setelah portal dibuka kembali untuk perbaikan data, jumlah petani yang terdaftar meningkat.

Kenaikan ini menunjukkan masih ada petani yang sebelumnya belum terakomodasi dalam sistem.

Berdasarkan pendataan pada 25 Oktober 2025, ada 179.874 petani yang tercatat di e-RDKK.

Baca Juga: Produk CBA Petani, Solusi Pupuk Modern untuk Peningkatan Hasil Pertanian

Setelah Kementerian Pertanian kembali membuka portal e-RDKK untuk dimutakhirkan, maka jumlahnya bertambah menjadi 182.313 petani. Artinya bertambah menjadi 2.439 petani

Kabid Sarana Prasarana Penyuluhan Pertanian Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember, Mohammad Kosim, mengakui keterbatasan jangkauan penyuluh lapangan menjadi salah satu penyebab belum seluruh petani terdata di e-RDDK sejak awal.

Dia menjelaskan, banyak laporan masuk dari petani yang memiliki lahan, namun belum tercantum dalam e-RDKK.

Begitu menerima keluhan itu, pihaknya langsung melakukan pengecekan lapangan.

Baca Juga: Harga pupuk subsidi turun 20 persen, Poin Pengawasan Distribusi Pupuk Menjadi Perhatian

Ia menegaskan, hanya petani dengan kepemilikan maksimal dua hektare yang berhak menerima pupuk subsidi.

“Sawah yang sudah terbukti ada akan kami masukkan dalam e-RDKK. Supaya mereka bisa menerima haknya,” kata Kosim.

Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia, Jember mendapat alokasi 130.005 ton pupuk bersubsidi pada 2025.

Tahun lalu itu, terealisasi 96,32 persen atau 125.222 ton. Sementara untuk 2026, Jember mendapat alokasi 124.122 ton.

"Sampai 27 Januari, realisasinya sebesar 15.559 ton," sebutnya.

Secara umum, penyaluran pupuk bersubsidi tahun ini sudah berjalan dan menunjukkan pergerakan serapan yang cukup tinggi sejak awal tahun.

Alokasi yang diterima Jember memang sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, namun realisasi awal tahun tergolong cepat.

Bahkan, tambah Kosim, tingkat penebusan petani bahkan tercatat menjadi salah satu yang tertinggi di Jatim pada pekan lalu.

Baca Juga: Temukan Penjualan Pupuk Subsidi di Atas HET, DPRD Jember Minta Pengawasan Diperketat

Kondisi ini mencerminkan kebutuhan pupuk yang tetap tinggi seiring musim tanam.

Di sisi lain, tingginya serapan pada awal tahun juga menjadi perhatian PT Pupuk Indonesia. Account Executive PT Pupuk Indonesia Wilayah Jember, Slamet Saputra.

Dia mengaku, khawatir jika lonjakan penebusan memicu pembelian berlebihan.

“Agak ngeri-ngeri sedap juga kalau penebusan ramai seperti ini. Karena yang kami takutkan terjadi panic buying di petani,” ujarnya.

Baca Juga: Kios Pupuk Diwajibkan Tempel Harga Pupuk Subsidi, Ini Penjelasan dari PUPUK INDONESIA

Menurut Slamet, edukasi kepada petani penting agar penggunaan pupuk bersubsidi disesuaikan dengan pola tanam.

Ia menjelaskan sempat terjadi keterlambatan pengiriman akibat gangguan operasional dan cuaca ekstrem. Namun kondisi tersebut sudah berangsur normal.

Ia menambahkan, tambahan pasokan dari Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik telah masuk. Sehingga stok di gudang kembali terisi dan distribusi berjalan stabil.

“Penggunaan pupuk subsidi harus melihat sistem tanam agar tidak terjadi panic buying,” pungkasnya. (kin/dwi)

 

Editor : Hariri HJ
#pupuk subsidi #pupuk #pupuk indonesia #eRDKK