JEMBER, Halojember.jawapos.com – Pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (2/2/2026), kekhawatiran masih dirasakan sebagian warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Cuaca yang belum sepenuhnya stabil membuat aparat setempat memilih langkah pencegahan demi keselamatan warga.
Pada Selasa (3/2/2026), seorang warga lanjut usia (lansia), Sah atau yang akrab disapa Nenek Turi, dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Nenek Turi merupakan warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.
Perempuan berusia sekitar 70 tahun itu sehari-hari tinggal bersama anaknya, Mani, di rumah yang lokasinya tidak jauh dari Sungai Petung.
Sungai tersebut dikenal kerap meluap saat hujan deras turun di wilayah hulu.
Kekhawatiran akan adanya banjir susulan mendorong Muspika Panti bersama Pemerintah Desa Pakis mengambil langkah cepat.
Mereka mendatangi rumah Nenek Turi untuk memastikan kondisinya sekaligus membujuk agar sementara waktu berpindah ke tempat yang lebih aman.
Evakuasi dilakukan dengan pendampingan Babinkamtibmas dan Babinsa setempat.
Awalnya, Nenek Turi diajak berjalan kaki menuju rumah anaknya yang berada di lokasi lebih aman.
Namun karena jarak yang cukup jauh dan kondisi fisiknya, petugas akhirnya mengevakuasi Nenek Turi menggunakan sepeda motor.
Kepala Desa Pakis, Zaini, mengatakan, langkah ini dilakukan murni untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
“Rumah beliau posisinya dekat sungai dan kami tidak ingin mengambil risiko jika terjadi banjir susulan,” ujar Zaini.
Ia menjelaskan, saat banjir bandang terjadi, hujan di wilayah desa sebenarnya tidak terlalu deras.
Namun hujan dengan intensitas tinggi terjadi di bagian hulu sungai, sehingga memicu aliran banjir ke permukiman warga.
Pantauan Halo Jember, Camat Panti, Kepala Desa Pakis, serta anggota Polsek Panti ikut mengawal proses evakuasi tersebut.
Mereka memastikan Nenek Turi tiba di rumah anaknya dengan selamat dan dalam kondisi baik.
Bagi aparat setempat, evakuasi ini bukan sekadar memindahkan warga, tetapi memastikan rasa aman bagi mereka yang paling rentan.
Pemerintah desa pun mengimbau warga di bantaran sungai agar tetap waspada dan segera berkoordinasi jika kondisi cuaca kembali memburuk.
Langkah pencegahan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan memberi ketenangan bagi warga pascabencana.*
Editor : Sidkin