HaloJember – Jembatan Gantung Darus yang menjadi tumpuan utama warga dilaporkan ambruk dan roboh, setelah tak kuat menahan derasnya banjir Sungai Bedadung.
Akses penghubung antara Desa Ajung/Kecamatan Ajung dan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi kembali terputus total pada Kamis malam (20/2/2026).
Detik-detik peristiwa yang terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sempat direkam oleh kamera ponsel warga setempat.
Dalam video yang beredar, konstruksi jembatan terlihat goyah sebelum akhirnya roboh dan jembatan putus.
Akses Dekat Ekonomi dan Pendidikan Terganggu:
Putusnya Jembatan Darus berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat.
Selama ini, jembatan tersebut merupakan "urat nadi" yang memangkas waktu tempuh antar desa.
Kini, warga dari kedua belah sisi tidak lagi bisa melintas.
Kelompok yang paling terdampak adalah anak-anak sekolah.
Tanpa jembatan ini, akses menuju institusi pendidikan menjadi terhambat.
Warga yang biasanya hanya membutuhkan waktu singkat untuk menyeberang, kini terpaksa harus mengambil rute memutar sejauh kurang lebih 5 kilometer melalui jalur utama.
Keluhan Warga
"Jembatan ini sangat penting bagi kami. Sekarang kalau mau ke Jubung atau sebaliknya harus memutar jauh sekali. Kasihan anak-anak yang mau sekolah besok pagi," ujar salah satu warga yang menyaksikan detik-detik putusnya jembatan.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih banyak berada di lokasi melihat jembatan yang smepat di bangun dengan dana swadaya itu roboh lagi.
Warga berharap ada perhatian serius, penanganan darurat dari pemerintah daerah atau pembangunan jembatan permanen yang lebih kuat.
Ini agar agar aktivitas sehari-hari, terutama akses pendidikan dan ekonomi, tidak lumpuh terlalu lama.
Sementara itu, kondisi cuaca yang masih ekstrem juga diimbau untuk terus diwaspadai oleh warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bedadung.
Editor : Hariri HJ