JEMBER, Halojember – Jembatan gantung Darus yang menjadi penghubung tiga kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan terputus akibat diterjang derasnya arus sungai saat banjir melanda, Kamis (12/2/2026) malam.
Jembatan tersebut menghubungkan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, serta Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.
Selama ini, jembatan gantung itu menjadi akses vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Putusnya jembatan terjadi setelah hujan deras mengguyur Jember selama berjam-jam dan menyebabkan debit sungai meningkat drastis.
Salah satunya arus deras di Sungai Bedadung yang menghantam konstruksi jembatan hingga akhirnya tak mampu bertahan.
Warga menyebut, sebelum terputus, jembatan sudah tampak bergoyang hebat saat debit air mulai naik pada sore hari.
Namun derasnya arus pada malam hari membuat tali penyangga dan lantai jembatan tak mampu menahan beban.
Yang membuat warga semakin terpukul, jembatan gantung tersebut sebenarnya baru saja diperbaiki sekitar satu bulan lalu.
Perbaikan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar.
Dana perbaikan dikumpulkan secara gotong royong.
Warga bahu-membahu memperbaiki lantai jembatan dan memperkuat bagian penyangga agar tetap bisa digunakan.
“Baru sebulan ini selesai diperbaiki. Kami iuran sendiri supaya jembatan tetap bisa dipakai anak sekolah dan warga yang mau kerja,” ujar salah seorang warga setempat.
Selama ini, jembatan gantung tersebut memang menjadi jalur alternatif yang sangat penting.
Tanpa jembatan itu, warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai pusat aktivitas ekonomi maupun fasilitas umum.
Anak-anak sekolah dari Jubung menuju Mangli maupun Ajung kerap melintasi jembatan tersebut setiap hari.
Begitu juga petani dan pekerja yang beraktivitas lintas kecamatan.
Kini, setelah jembatan terputus, akses antarwilayah kembali terhambat.
Warga terpaksa mencari jalur lain yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.
Selain mengganggu mobilitas warga, terputusnya jembatan juga berdampak pada distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan skala kecil di sekitar wilayah tersebut.
Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan dan pembangunan ulang jembatan dengan konstruksi yang lebih kuat serta tahan terhadap derasnya arus sungai.*
Editor : Sidkin