Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kondisi Miris di SMPN 48 Sa Ate Gaikiu: Belajar Tanpa Meja dan Bangku, Hak Pendidikan Terabaikan

Mat Hari • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:00 WIB

 

Tangkapan layar video viral menunjukan anak-anak di NTT yang tetap semangat belajar meski ruang kelas nampak kosong (TikTok: @niamaris97)
Tangkapan layar video viral menunjukan anak-anak di NTT yang tetap semangat belajar meski ruang kelas nampak kosong (TikTok: @niamaris97)

HALOJEMBER – Viral di media sosial memperlihatkan nasib anak-anak di pelosok Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat anak-anak lain pergi ke sekolah dengan fasilitas yang lengkap, tapi hal berbeda terjadi pada anak-anak di Desa Bu Utara, Kabupaten Sikka.

Kondisi pendidikan di daerah terpencil kembali memunculkan keprihatinan publik. Di SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, puluhan siswa masih harus melaksanakan proses belajar mengajar tanpa fasilitas dasar berupa meja dan bangku sekolah.

Para pelajar tampak mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai ruang kelas karena tidak tersedianya sarana tersebut dari sekolah.

Berdasarkan informasi terbaru, sekolah tersebut belum pernah menjalani renovasi sejak berdiri, sehingga fasilitas fisik yang tersedia sangat minim.

Tidak adanya meja dan bangku bukan hanya menyulitkan peserta didik dalam menulis, tetapi juga menciptakan kondisi belajar yang tidak ergonomis dan berpotensi mengganggu kesehatan tubuh siswa jangka panjang.

Situasi serupa pernah terjadi di beberapa sekolah di Indonesia, di mana siswa pun terpaksa duduk di lantai saat pembelajaran karena kekurangan bangku dan meja belajar, dan bahkan permintaan pengadaan fasilitas belum juga terpenuhi oleh pihak dinas pendidikan setempat.

Keprihatinan atas kondisi ini semakin meningkat, mengingat pendidikan merupakan hak dasar setiap anak bangsa yang diatur dalam undang-undang.

Hak tersebut mensyaratkan tersedianya akses pendidikan yang layak, termasuk dukungan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai.

Situasi di SMPN 48 Sa Ate Gaikiu menggambarkan tantangan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T).

Ketiadaan fasilitas dasar seperti meja dan kursi di sekolah bukan hanya menghambat proses belajar, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan di berbagai pelosok negeri masih jauh dari ideal.

Pendidik dan orang tua siswa berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk segera menuntaskan masalah ini.

 Penyediaan fasilitas dasar di sekolah tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hak pendidikan anak-anak Indonesia yang layak dan setara.

Editor : Harry Erje
#ntt #pendidikan #viral