JEMBER, Halojember – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2/2026) siang hingga malam memicu banjir besar di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, banjir terjadi mulai pukul 18.00 WIB hingga Jumat (13/2/2026) pukul 04.20 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan sedikitnya delapan kecamatan terdampak akibat meluapnya sejumlah sungai.
“Total ada delapan kecamatan dan 17 desa atau kelurahan yang terdampak banjir kali ini,” ujar Edy.
Data sementara mencatat sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak.
Wilayah dengan dampak paling besar berada di Kecamatan Rambipuji dengan 3.210 KK terdampak.
Selain itu, Kecamatan Kaliwates tercatat 199 KK terdampak, Bangsalsari 316 KK, Balung 184 KK, Sukorambi 33 KK, Kalisat 3 KK, dan Ajung 2 KK.
Banjir terjadi setelah hujan mengguyur sejak pukul 12.00 WIB hingga malam hari.
Kenaikan debit air terpantau di sejumlah sungai, di antaranya Sungai Bedadung, Kalijompo, Dinoyo, Kaliputih, dan beberapa aliran sungai lainnya.
Sekitar pukul 19.00 WIB, air mulai meluap ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga dua meter.
Genangan air merendam rumah warga, menggenangi akses jalan, hingga menyebabkan kemacetan di beberapa titik.
“Inilah dampak dari curah hujan tinggi yang menyebabkan debit sungai meningkat cepat dan meluap ke permukiman,” jelas Edy.
BPBD Jember bersama tim gabungan langsung melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.*
Editor : Sidkin