JEMBER, Halojember.jawapos.com - Bulog Kantor Cabang Jember membawa dua ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Desa Cempedak, Kecamatan Sumberjambe, Jumat (13/2/2026).
Beras tersebut langsung ludes diserbu warga yang sejak pagi sudah mengantre untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sejak pukul 08.00 WIB, masyarakat berdatangan dan memenuhi lokasi GPM demi memastikan stok beras aman menjelang Ramadan.
Antusiasme tinggi membuat dua ton beras SPHP yang disiapkan Bulog cepat habis dalam waktu singkat.
Kepala Bulog Kantor Cabang Jember, M Ade Saputra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang bulan suci.
“Mitigasi ini sudah dilakukan dan kami telah menerima jadwal untuk melakukan persiapan sejak awal Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Menurutnya, rata-rata kebutuhan beras di setiap titik GPM mencapai dua ton per hari.
Jika dilaksanakan rutin selama sebulan penuh Ramadan, Bulog menyiapkan sekitar 60 ton beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jember.
Namun jumlah tersebut bersifat fleksibel dan bisa ditambah sesuai kondisi di lapangan.
“Kalau memang dua ton setiap titik kurang, kami siap membawa tambahan stok kembali. Maksimal hingga lima ton per hari untuk SPHP pasar murah,” katanya.
Selain beras, Bulog juga menyiapkan komoditas lain seperti minyak goreng untuk mendukung stabilitas harga bahan pokok.
Baca Juga: Ramadan Sebentar Lagi, Harga Beras Mahal atau Murah, Ini Penjelasan Bulog Jember
Ade menegaskan, stok beras di Jember dalam kondisi aman karena sepanjang 2025 pihaknya melakukan serapan langsung dari petani lokal.
Langkah itu tidak hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan hasil panen petani terserap optimal.
“Tahun 2025 full, kami melakukan serapan pemenuhan untuk Jember langsung dari petani lokal,” jelasnya.
Memasuki 2026, Bulog Jember juga mulai melakukan pembelian gabah dari petani dan sejumlah penggilingan, terutama dari panen Desember dan Januari.
Dengan strategi tersebut, pasokan beras untuk program stabilisasi harga diyakini tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri.*
Editor : Sidkin