Halojember - Serangan terbaru di wilayah Jalur Gaza kembali memicu kontroversi setelah sejumlah laporan menyebut penggunaan senjata berdaya ledak tinggi yang diduga bersifat termobarik atau kerap disebut senjata termal.
Laporan media internasional, termasuk Al Jazeera, menyebutkan dugaan penggunaan jenis senjata tersebut dalam operasi militer Israel di kawasan padat penduduk.
Dugaan itu muncul setelah dampak ledakan yang dilaporkan dinilai jauh lebih besar dibandingkan bom konvensional, memicu kehancuran luas pada bangunan dan korban di sekitar titik serangan.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan senjata termal atau termobarik?
Senjata termobarik bekerja berbeda dibanding bom biasa.
Ledakan terjadi melalui dua tahap. Pertama, hulu ledak menyebarkan campuran bahan bakar ke udara hingga membentuk awan aerosol.
Pada tahap kedua, campuran tersebut dinyalakan sehingga menghasilkan ledakan bersuhu sangat tinggi sekaligus gelombang tekanan besar.
Karena memanfaatkan oksigen di udara sebagai bagian dari proses ledakan, efek panas dan tekanan yang dihasilkan bisa lebih luas dan bertahan lebih lama dibanding bom konvensional.
Dampaknya sangat terasa di ruang tertutup atau kawasan padat bangunan karena gelombang tekanan dapat memantul dan memperkuat kerusakan.
Istilah korban “menguap” yang ramai digunakan di media sosial sebenarnya merujuk pada dampak panas ekstrem dan tekanan tinggi yang dapat menyebabkan kehancuran parah pada bangunan serta korban di sekitar titik ledakan.
Namun istilah tersebut lebih bersifat kiasan untuk menggambarkan tingkat kerusakan, bukan berarti tubuh manusia benar-benar menghilang secara harfiah.
Penggunaan senjata jenis ini menjadi kontroversial karena dampaknya sulit dibatasi di kawasan permukiman padat, sehingga risiko korban sipil meningkat saat serangan terjadi di wilayah perkotaan.
Penggunaan senjata termobarik sangat kontroversial karena:
Dampaknya terhadap warga sipil sulit dibedakan antara pejuang dan non-pejuang jika dipakai di daerah padat penduduk.
Gelombang tekanan yang luas dan konsumsi oksigen membuat efeknya bisa sangat fatal bahkan tanpa serpihan atau fragmen logam, sehingga korban bisa mengalami cedera parah bahkan jika tidak terkena langsung oleh ledakan utama.
Baca Juga: Permasalahan Antara NewJeans dan HYBE: Rumor dan Spekulasi Mengenai Konflik Internal
Hingga kini, tidak ada larangan eksplisit dalam hukum internasional yang menyatakan senjata termobarik ilegal, tetapi penggunaannya di kawasan berpenduduk sipil atau tanpa pembatasan yang kuat sering dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip kemanusiaan dalam konflik bersenjata.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi