Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Purbaya Siapkan Rp55 T Cair Awal Ramadan, Inflasi Bakal Terjadi Sebelum Lebaran? Ini Penjelasan Ekonom

Yulio Rj • Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:55 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) 2026 bagi ASN, termasuk TNI dan Polri. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) 2026 bagi ASN, termasuk TNI dan Polri. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Halojember — Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara dan pensiunan pada awal Ramadan 2026.

Kebijakan ini disampaikan pejabat pemerintah sebagai upaya menjaga daya beli sekaligus mendorong perputaran ekonomi lebih awal menjelang Lebaran.

Ketua Dewan Komisioner OJK merangkap ekonom nasional, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan dana THR telah disiapkan dan direncanakan cair sejak awal bulan puasa.

Dengan pencairan lebih cepat, pemerintah berharap aktivitas konsumsi masyarakat sudah bergerak sejak awal Ramadan, bukan hanya menumpuk menjelang Idulfitri.

Skema ini berbeda dibandingkan pola sebelumnya, ketika THR umumnya cair mendekati Lebaran.

Pemerintah menilai pencairan lebih awal memberi ruang bagi masyarakat untuk mengatur belanja kebutuhan puasa hingga mudik dengan lebih longgar.

Namun kebijakan ini juga memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat ekonomi.

apakah peredaran uang besar di awal Ramadan justru memicu kenaikan harga kebutuhan pokok?

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai dampak kebijakan ini bisa bersifat ganda.

Di satu sisi, pencairan THR lebih awal membantu rumah tangga menutup kebutuhan konsumsi yang meningkat selama Ramadan.

Di sisi lain, lonjakan permintaan yang datang lebih cepat berpotensi menekan harga pangan jika pasokan tidak siap.

Menurut analisis INDEF, Ramadan memang hampir selalu diikuti kenaikan konsumsi masyarakat. J

ika tambahan uang beredar muncul lebih awal, maka pedagang dapat menyesuaikan harga lebih cepat pula.

Kondisi itu berpotensi menciptakan tekanan inflasi pangan, terutama pada komoditas sensitif seperti beras, gula, minyak goreng, daging, dan telur.

Meski demikian, ekonom menilai risiko inflasi tetap bisa ditekan selama pemerintah mampu menjaga stabilitas pasokan melalui operasi pasar dan distribusi bahan pokok yang lancar.

Tanpa pengawasan distribusi, tambahan uang di masyarakat justru bisa membuat harga naik sebelum puncak Lebaran tiba.

Pengamat juga mengingatkan bahwa pencairan THR lebih awal berpotensi membuat sebagian masyarakat menghabiskan dana lebih cepat, sehingga mendekati Lebaran justru kembali mengalami tekanan kebutuhan belanja.

Karena itu, kebijakan pencairan THR awal Ramadan dinilai tetap membutuhkan pengawasan harga serta edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga agar manfaat stimulus konsumsi tidak berubah menjadi tekanan inflasi menjelang Idulfitri.(yul)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#thr #thr gaji 13 #ekonom #ramadan #asn #inflasi