WASHINGTON D.C, Halojember – Sebuah momen tak terduga terjadi di Donald J. Trump Institute of Peace, Kamis (19/2). Di hadapan puluhan pemimpin dunia, Presiden AS Donald Trump memberikan pujian kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Trump bahkan secara terang-terangan menyebut dirinya enggan menjadi lawan Prabowo, sebuah pengakuan yang mempertegas posisi tawar Indonesia dalam misi perdamaian Gaza. “He’s a Tough Cookie”: Pujian Trump untuk Prabowo
Saat membuka KTT perdana Board of Peace (BoP), Trump memperkenalkan Prabowo sebagai sosok pemimpin dari negara besar yang sangat ia hormati.
"Presiden Prabowo dari Indonesia, terima kasih banyak. Anda punya negara yang besar. Dia pria yang tangguh, saya tidak ingin melawannya,"
ujar Trump yang disambut senyum oleh Prabowo. T
rump menambahkan bahwa kepemimpinan Prabowo diakui dunia (respected by everybody) dan menyebutnya sebagai sosok yang cerdas.
Pujian ini bukan sekadar basa-basi diplomatik. Ini menjadi sinyal bahwa AS memberikan kepercayaan penuh bagi Indonesia untuk mengambil peran kunci dalam pasukan stabilitas internasional di Gaza.
Baca Juga: Apa Itu Senjata Termal yang Disebut Membuat Korban di Gaza “Menguap”? Ini Penjelasnnya!
Gebrakan Indonesia: Kirim 8.000 Personel TNI
Menanggapi kepercayaan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mengirimkan hingga 8.000 prajurit TNI ke Gaza.
Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pertama yang berani menjanjikan jumlah pasukan signifikan untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF).
"Pencapaian gencatan senjata itu nyata. Kami menegaskan kembali komitmen untuk menyumbangkan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," tegas Prabowo di hadapan peserta KTT.
Baca Juga: Ribuan Warga Gaza Dikabarkan “Menguap” Akibat Senjata Termal Israel, Ini Faktanya!
Menepis Isu Penolakan: Indonesia Jadi 'Wakil Komandan'
Hasil KTT ini sekaligus mematahkan narasi simpang siur yang menyebut Hamas menolak kehadiran Indonesia.
Alih-alih ditolak, Indonesia justru diproyeksikan memegang peran strategis sebagai Wakil Komandan ISF yang akan mengawasi Sektor Selatan Gaza (wilayah Rafah dan Khan Yunis).
Langkah cerdas diplomasi Prabowo di Washington berhasil mengamankan mandat agar misi TNI difokuskan pada:
-
Rekonstruksi Kemanusiaan: Pembangunan kembali fasilitas medis dan akses air bersih.
-
Pengawasan Gencatan Senjata: Menempatkan pasukan di koridor logistik untuk memastikan bantuan masuk tanpa gangguan.
-
Penghormatan Kedaulatan: Memastikan pasukan internasional tidak menjadi alat untuk intervensi politik domestik Palestina, sesuai syarat yang sebelumnya ditekankan oleh pimpinan Hamas, Osama Hamdan.
Timeline Keberangkatan
Pasca-KTT Washington, pemerintah akan segera memfinalisasi MoU teknis di Kairo pada 25 Februari mendatang.
Tim pendahulu TNI dijadwalkan mulai bergerak untuk survei lapangan di perbatasan Rafah pada akhir bulan ini, menandai dimulainya misi perdamaian terbesar Indonesia di Timur Tengah.(yul)