Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Hadapi Panen Raya, Bulog Jember Perbesar Kapasitas Pengering Gabah dan Tambah Mitra Makloon

Sidkin • Jumat, 27 Februari 2026 | 19:30 WIB

Rapat Persiapan Bulog dengan Mitra Makloon. Hadapi Panen Raya, Bulog Jember Perbesar Kapasitas Pengering Gabah dan Tambah Mitra Makloon
Rapat Persiapan Bulog dengan Mitra Makloon. Hadapi Panen Raya, Bulog Jember Perbesar Kapasitas Pengering Gabah dan Tambah Mitra Makloon

 

JEMBER, Halojember – Musim panen raya padi yang diperkirakan berlangsung mulai Maret hingga Mei mendatang mendorong Bulog Cabang Jember melakukan sejumlah langkah antisipatif.

Salah satu fokus utama adalah memastikan proses pascapanen berjalan optimal, terutama dalam menjaga kualitas gabah petani di tengah lonjakan produksi.

Kenaikan volume gabah kering panen (GKP) saat musim panen kerap menjadi tantangan tersendiri.

Tanpa dukungan fasilitas pengeringan yang memadai, kualitas gabah berisiko menurun.

Karena itu, Bulog Jember memilih memperkuat kapasitas pengeringan dengan menambah mitra makloon sebagai solusi percepatan penanganan hasil panen.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi bersama para mitra yang digelar di Kantor Bulog Cabang Jember, Rabu (25/2/2026).

Sebanyak 15 mitra makloon hadir dalam forum tersebut untuk menyamakan kesiapan teknis sekaligus menyusun strategi menghadapi puncak panen.

Kepala Bulog Jember M Ade Saputra memimpin langsung pertemuan, sementara Kepala Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu mengikuti secara daring.

Sebelum penambahan mitra makloon, Bulog Jember telah bekerja sama dengan 13 penyedia layanan pengering gabah dengan kapasitas sekitar 1.600 ton.

Kehadiran dua mitra tambahan diharapkan mampu meningkatkan daya tampung sekaligus mempercepat proses pengeringan ketika produksi gabah mencapai titik tertinggi.

Ade menjelaskan, keterbatasan fasilitas internal membuat penguatan kemitraan menjadi langkah strategis.

Menurutnya, kolaborasi dengan pihak eksternal diperlukan agar proses penyerapan gabah tetap berjalan lancar tanpa hambatan teknis di lapangan.

“Ini menjadi bagian dari strategi kami agar penyerapan gabah saat panen raya bisa maksimal,” ujarnya.

Selain peningkatan kapasitas, Bulog juga menekankan pentingnya keseragaman sistem kerja antar mitra.

Diskusi teknis dilakukan untuk memastikan mekanisme penerimaan gabah hingga pengolahan beras berjalan efektif serta sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami membahas skema dan tata kelola mitra makloon secara teknis, termasuk mekanisme penerimaan gabah dan beras agar berjalan efektif dan sesuai aturan,” jelas Ade.

Sementara itu, Kepala Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu menilai langkah yang dilakukan Bulog Jember sebagai bentuk kesiapan dini dalam menjaga stabilitas pasokan beras daerah.

Ia menekankan bahwa sinergi antara Bulog dan mitra menjadi faktor penting dalam mendukung penyerapan hasil panen petani lokal.

“Kami mengapresiasi upaya Bulog Jember yang terus melakukan rekonsiliasi bersama mitra. Sinergi ini penting untuk memastikan penyerapan gabah petani lokal berjalan optimal dan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Dengan persiapan yang dimatangkan sejak awal, Bulog Jember berharap momentum panen raya tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mampu menjaga mutu beras. Sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara maksimal.

 

Editor : Sidkin
#jember #panen raya #gabah #Mitra Makloon #Bulog Jember #panen padi #gabah kering panen #Bulog Jatim