JEMBER, Halojember - Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (26/2/2026) sore.
Cuaca ekstrem itu mengakibatkan sebuah rumah warga di Dusun Tegalan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, roboh setelah tertimpa pohon tumbang yang berada tepat di samping bangunan.
Rumah milik Sumyati yang dihuni empat jiwa itu mengalami kerusakan berat pada bagian dapur dan atap kamar hingga bangunan hanya menyisakan fondasi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi pemilik rumah harus mengungsi sementara ke rumah anaknya yang berada di sebelahnya.
Warga sekitar langsung bergotong-royong memotong batang pohon dan membersihkan puing-puing bangunan agar lokasi aman.
Mendapat laporan kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan asesmen pada Jumat (26/2/2026) pukul 15.30 WIB.
Kalaksa BPBD Jember Edy Budi Susilo, mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan melakukan pendataan kebutuhan korban.
“Kami langsung melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat setelah menerima laporan kejadian,” ujar Edy.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana kemudian menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, sandang pria dan wanita, lauk pauk, makanan siap saji, tambahan gizi, selimut, terpal, perlengkapan makan, paket kebersihan, serta family kit.
Selain itu, tim Jitupasna menghitung kerugian dan merekomendasikan bantuan material untuk perbaikan rumah.
“Kami juga mengusulkan bantuan material berupa 500 batu bata dan delapan lonjor usuk untuk membantu proses perbaikan rumah,” tambahnya.
BPBD turut memberikan imbauan kepada warga agar memangkas pohon-pohon yang menjulang tinggi di sekitar permukiman guna mengurangi risiko tertimpa saat cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melakukan pemotongan pohon yang berisiko membahayakan,” tegas Edy.
Saat ini, kondisi di lokasi sudah terkendali setelah pohon tumbang dipotong dan material bangunan dibersihkan, sementara keluarga korban masih mengungsi menunggu proses perbaikan rumah dilakukan.*
Editor : Sidkin