Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Pernah Jualan Koran Keliling, Ini Fakta Mencengangkan Mendiang Try Sutrisno

Yulio Rj • Senin, 2 Maret 2026 | 16:26 WIB

Photo
Photo

Nama Try Sutrisno selama ini lebih lekat sebagai Wakil Presiden RI keenam mendampingi Soeharto. Namun, perjalanan hidupnya jauh dari kata instan. Ia lahir di Surabaya, 15 November 1935, dari keluarga sederhana.

Ayahnya bekerja sebagai sopir ambulans, sementara ibunya ibu rumah tangga. Sejak kecil, kehidupan yang dijalaninya tidak bergelimang fasilitas.

Di masa remaja, Try sudah terbiasa membantu ekonomi keluarga.

Salah satu pekerjaan yang pernah dilakoninya adalah berjualan koran keliling. Ia juga sempat menjual rokok.

Aktivitas itu dijalani sebelum namanya dikenal sebagai tokoh militer. Pengalaman tersebut membentuk kedisiplinan dan ketangguhan sejak usia muda.

Ketertarikannya pada dunia militer membawanya mendaftar ke Angkatan Darat. Namun, jalannya tidak mulus.

Ia sempat gagal dalam seleksi awal, terutama pada tes fisik. Tak menyerah, ia kembali mencoba hingga akhirnya diterima dan menempuh pendidikan militer.

Kegagalan pertama itu justru menjadi titik balik yang menguatkan mentalnya.

Karier militernya terbilang menanjak. Ia terlibat dalam sejumlah operasi penting, termasuk operasi militer pada masa konflik di berbagai daerah.

Pengalaman lapangan membuat namanya diperhitungkan di internal TNI AD.

Perlahan, jabatan strategis mulai diemban, mulai dari komando kewilayahan hingga posisi pucuk pimpinan.

Hubungannya dengan Soeharto menjadi salah satu fase penting dalam kariernya. Kepercayaan politik yang dibangun selama bertahun-tahun akhirnya mengantarkannya ke kursi Wakil Presiden pada periode 1993–1998.

Dari latar belakang keluarga sederhana dan pengalaman jualan koran, ia mencapai salah satu jabatan tertinggi di republik ini.

Di luar jabatan, Try dikenal sebagai sosok yang jarang tampil mencolok di ruang publik setelah purnatugas.

Namun, rekam jejak hidupnya menyimpan pesan kuat, perjalanan dari lorong-lorong Surabaya sebagai penjual koran hingga Istana Negara bukanlah kisah yang dibangun dalam semalam, melainkan melalui disiplin, kegagalan, dan ketekunan panjang.

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#try sutrisno #koran