Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bahlil Luruskan Isu Stok BBM 20 Hari, Tegaskan Tak Ada Kenaikan Harga

Yulio Rj • Kamis, 5 Maret 2026 | 12:35 WIB

 

 

Bahlil saat diwawancarai sejumlah awak media (Sekretariat Presiden)
Bahlil saat diwawancarai sejumlah awak media (Sekretariat Presiden)

Halojember – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluruskan kabar yang menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik di Timur Tengah.

Ia menegaskan, angka tersebut bukan menandakan kondisi darurat, melainkan menggambarkan kapasitas penyimpanan atau storage BBM yang dimiliki Indonesia saat ini.

Menurut Bahlil, kemampuan penyimpanan BBM nasional selama ini memang berada di kisaran 21 hingga 25 hari.

Karena itu, jika stok disebut berada di sekitar 20 hari, kondisi tersebut masih berada dalam batas normal ketahanan energi nasional.

Ia menjelaskan, rata-rata cadangan BBM Indonesia saat ini berada di kisaran 22 hingga 23 hari.

Angka tersebut masih berada di atas batas minimal ketahanan stok nasional yang berada di sekitar 20 hingga 21 hari.

Bahlil menegaskan, keterbatasan angka hari tersebut bukan karena pasokan BBM kurang.

Masalahnya lebih pada kapasitas tangki penyimpanan yang belum mampu menampung cadangan dalam jumlah lebih besar.

Di sisi lain, ia juga memastikan konflik di Timur Tengah tidak berdampak pada kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Pemerintah, kata dia, tetap menjaga stabilitas harga agar tidak membebani masyarakat.

“Stok BBM kita aman dan tidak ada rencana menaikkan harga akibat situasi geopolitik,” ujarnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan fasilitas penyimpanan energi akan dipercepat agar cadangan BBM nasional ke depan bisa mencapai sekitar tiga bulan, mendekati standar ketahanan energi yang diterapkan di berbagai negara.

Dengan peningkatan kapasitas storage tersebut, pemerintah berharap ketahanan energi nasional semakin kuat, terutama dalam menghadapi potensi gejolak pasokan energi global akibat konflik geopolitik.(yul)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#bahlil #bbm #peran Iran dan Israel #esdm