HALOJEMBER - Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengabarkan ketahanan energi nasional khususnya minyak saat ini berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Namun demikian, di tengah tensi geopolitik di Timur Tengah atau si tengah perang Perang AS-Israel vs Iran, stok seluruh jenis BBM dipastikan berada di atas standar minimum 21 hari.
Status Cadangan Saat Ini:
Rata-rata ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 20 hingga 26 hari.
Komitmen Pemerintah:
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru untuk meningkatkan cadangan minyak mentah hingga 90 hari.
Tujuannya guna memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
Harga BBM Subsidi:
Pemerintah menjamin tidak ada kenaikan harga untuk Pertalite Rp10.000/liter
Biosolar Rp6.800/liter, setidaknya hingga perayaan Lebaran 2026.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
Meskipun stok saat ini dinyatakan aman, masyarakat dan pemangku kepentingan perlu memperhatikan beberapa faktor risiko berikut:
Geopolitik atau Perang di Timur Tengah:
Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan AS dapat mengganggu jalur pasokan global, terutama jika terjadi penutupan Selat Hormuz.
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi:
Per 1 Maret 2026, harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax dan Pertamax Green) telah mengalami kenaikan antara Rp400 hingga Rp1.000 per liter mengikuti dinamika harga minyak dunia.
Penyusutan Cadangan Terbukti:
Dalam jangka panjang, cadangan minyak bumi Indonesia terus menyusut.
Jika tidak ada penemuan sumur baru, cadangan minyak nasional diperkirakan hanya mampu bertahan kurang dari 20 tahun lagi.
Perubahan Skema Subsidi:
Pemerintah berencana melakukan perubahan skema penyaluran subsidi BBM pada tahun 2026 agar lebih tepat sasaran, yang mungkin berdampak pada kriteria penerima di masa mendatang.
Editor : Hariri HJ