HaloJember – Antrean panjang kendaraan kembali mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember sejak Kamis (5/3/2026) hingga berita ini ditulis pukul 18.45.
Meski pihak berwenang menyebut fenomena ini dipicu oleh panic buying akibat isu konflik global, namun fakta di lapangan sangat berbeda.
Pertama, tentang fakta nyata bahwa bahan bakar minyak atau BBM habis.
Kedua, fakta nyata bahwa stok BBM di SPBU menipis, bahkan beberapa SPBU benar-benar kosong.
Kemudian ketiga, bagi yang tidak percaya akan kedua fakta ini, bisa melakukan pengecekan langsung ke SPBU.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan bahkan mencapai panjang hingga 100 meter dan meluber ke badan jalan.
Peperti yang terjadi di SPBU Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates sempat antre panjang.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Mangli yang menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) macet parah.
Kondisi yang demikian juga terjadi di SPBU Jubung, juga sempat terjadi antrean yang mengular.
Bahkan, sekitar pukul 14.00, Jumat (6/3), BBM jenis Pertalite juga sempat habis di SPBU Mangli jalan Brawijaya.
Dengan demikian, kedua fakta tersebut tidak terbantahkan. BBM kendaraan habis dan BBM di SPBU menipis bahkan banyak yang kosong alias habis.
Suara Warga: Memang Bensinnya Habis:
Sejumlah pengendara membantah bahwa mereka hanya sekadar ikut-ikutan mengantre karena panik.
"Kami antre karena memang bensin di tangki sudah kritis, beberapa SPBU yang saya datangi sebelumnya memasang papan BBM Dalam Pengiriman atau Habis," kata salah seorang warga.
Fakta di lapangan ini pun membantah pernyataan semua pihak yang menyebut stok BBM aman, karena fakta di lapangan, sejumlah SPBU kehabisan BBM.
Kelangkaan BBM ini juga dirasakan sejumlah pengemudi ojek online dan angkutan logistic. Para driver dan sopir banyak yang harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM Pertalite atau Solar.
Pertamina dan Pemerintah Diharap Langsung Cek Lapangan:
Menanggapi situasi ini, PT Pertamina Patra Niaga sempat menegaskan bahwa stok BBM untuk wilayah Jember sebenarnya dalam kondisi aman.
Pihak Pertamina menghimbau masyarakat untuk tidak membeli secara berlebihan agar distribusi tetap merata ke seluruh lembaga penyalur.
Atas adanya insiden ini, warga meminta agar pemerintah dan Pertamina langsung turun ke SPBU guna mengecek kondisi di lapangan.
Misalnya, BBM jenis pertalite di SPBU Mangli jalan Brawijaya sempat habis, yang in8i menunjukkan bahwa stok BBM di SPBU ini habis alias tidak aman.
Selain itu, di beberapa lokasi juga ada SPBU yang stok BBM-nya habis.
Sementara itu, Polres Jember telah menyiagakan personel di sejumlah SPBU guna mengatur lalu lintas dan mengantisipasi adanya praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Selain itu, seluruh warga diimbau untuk menggunakan BBM secara bijak dan bisa memantau update ketersediaan melalui kanal resmi Pemkab Jember.
Editor : Hariri HJ