HALOJEMBER – Arus mudik Lebaran 2026 untuk gelombang pertama diprediksi mulai menunjukkan kepadatan signifikan pada Sabtu dan Minggu (13-14 Maret 2026).
Ini bertepatan dengan awal libur sekolah dan dimulainya pembatasan operasional truk angkutan barang, ribuan kendaraan terpantau keluar dari Jakarta menuju berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Situasi Jakarta dan Tol Cikampek
Berdasarkan pantauan, kepadatan arus lalu lintas sudah mulai terjadi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah timur sejak Jumat dini hari.
Gelombang pertama arus mudik ini pun diperkirakan akan membuat jalanan cukup sesak.
Volume kendaraan meningkat drastis, menyebabkan laju kendaraan merayap terutama mendekati area Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).
Rekayasa lalu lintas contraflow maupun one way fungsional pun akan diterapkan, jika kepadatan melampaui kapasitas.
Jalur Bandung dan Trans-Jawa (Semarang-Surabaya)
Kepadatan tidak hanya terpusat di tol utama.
Arus menuju Bandung melalui Tol Cipularang juga terpantau ramai padat.
Di jalur Trans-Jawa, pergerakan kendaraan ke arah Semarang meningkat pesat, disusul pergerakan menuju Surabaya yang diprediksi akan terus menanjak hingga Sabtu malam.
Tol Cipali, yang menjadi titik vital, berpotensi mengalami kepadatan tinggi seiring tingginya volume kendaraan dari arah Jakarta.
Jalur Timur (Jember - Bali)
Untuk arus mudik di Jawa Timur bagian timur, arus lalu lintas mulai padat dari Surabaya menuju Probolinggo hingga arah Jember.
Jalur arteri di Situbondo hingga Banyuwangi yang menuju Bali juga mulai diramaikan kendaraan pribadi, diprediksi arus akan padat menjelang akhir pekan ini.
Prediksi Puncak Gelombang Pertama
Pemerintah sebelumnya juga telah memprediksi puncak arus mudik 2026 terbagi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama terjadi pada 13-15 Maret 2026 (karena libur sekolah).
Sementara gelombang kedua diprediksi lebih masif pada 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran) yang didominasi pekerja dan ASN.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas, memastikan saldo uang elektronik cukup, dan memanfaatkan waktu istirahat di rest area agar tidak terjadi penumpukan.
Editor : Hariri HJ