HALOJEMBER – Korlantas Polri kembali mengingatkan para pemudik lebaran 2026 untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur pegunungan dan perbukitan.
Berdasarkan pemetaan black spot (titik rawan kecelakaan) menjelang Operasi Ketupat 2026.
Setidaknya terdapat sejumlah area sering terjadi kecelakaan yang harus diwaspadai akibat kontur jalan ekstrem, tikungan tajam, dan penurunan curam.
Puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi terjadi pada 13 Maret dan gelombang kedua pada 18 Maret 2026.
Berikut adalah deretan jalur pegunungan dan titik rawan kecelakaan yang harus diwaspadai:
Wilayah Jawa Barat - Jawa Tengah (Area Pegunungan dan Perbukitan)
- Nagreg (Kabupaten Bandung): Jalur klasik yang terkenal dengan tanjakan dan penurunan panjang. Kondisi stop-and-go saat macet sering memicu rem blong.
- Jalur Ciamis-Banjar: Kawasan perbukitan dengan tikungan tajam dan potensi bencana longsor.
- Exit Tol Bawen (Jawa Tengah): Menuju arah Salatiga/Magelang, jalur ini merupakan turunan panjang yang rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat, dan telah disiapkan rekayasa lalu lintas khusus.
- Jalur Magelang - Yogyakarta: Beberapa titik di sekitar area ini dipetakan sebagai rawan longsor dan kecelakaan akibat kontur perbukitan.
Nah, dengan melihat ini, setiap pemudik baik yang naik sepeda motor, mobil, atau kendaraan jenis lain maupun umum, bisa lebih waspada agar tidak mengalami kecelakaan
Editor : Hariri HJ