HALOJEMBER – Indonesia bersiap menyambut momen istimewa dan langka pada bulan Maret 2026.
Yaitu, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi akan jatuh berdekatan, bahkan berhimpitan, menciptakan suasana toleransi yang kental, khususnya di Pulau Dewata, Bali.
Berdasarkan kalender dan prediksi kebijakan, Hari Suci Nyepi jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sementara itu, Idul Fitri 1447 H diprediksi jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 dan Sabtu tanggal 21 Maret 2026.
Berhimpitnya kedua hari besar ini berarti malam takbiran Idul Fitri akan berlangsung berbarengan dengan puncak keheningan Nyepi (Catur Brata Panyepian).
Perlu Penyesuaian dan Toleransi Tinggi:
MUI Bali menilai momen ini sebagai momentum istimewa untuk menunjukkan kerukunan umat beragama.
Pihak berwenang di Bali telah memastikan bahwa perayaan kedua hari besar tersebut akan diatur sedemikian rupa dengan mengedepankan empati dan penghormatan bersama.
Nyepi: Umat Hindu melaksanakan Catur Brata Panyepian (tidak bekerja, tidak menyalakan api/lampu, tidak bepergian, dan tidak mengadakan hiburan) dari Kamis pagi hingga Jumat pagi.
Idul Fitri: Umat Islam akan melaksanakan salat Id, namun diimbau untuk menyesuaikan takbiran agar tidak menggunakan pengeras suara luar secara berlebihan di area padat umat Hindu saat malam Nyepi berlangsung.
Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026
Polda Bali telah menerjunkan ribuan personel untuk mengamankan jalannya rangkaian Nyepi dan Idul Fitri agar tetap kondusif.
Fokus utama adalah memastikan keheningan Nyepi terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi umat Islam untuk merayakan kemenangan di hari berikutnya.
"Ini adalah kekayaan budaya dan bukti indahnya toleransi di Indonesia, terutama Bali. Kita saling menjaga ruang ibadah masing-masing agar tetap khidmat," ujar perwakilan tokoh masyarakat setempat.
Libur Panjang Beruntun
Berdekatannya kedua hari raya ini, ditambah dengan cuti bersama, berpotensi menciptakan libur panjang yang cukup panjang bagi masyarakat, mulai dari tanggal 18 Maret hingga periode libur lebaran.
Situasi langka ini diharapkan memperkuat nilai persaudaraan dan saling pengertian antarumat beragama di Indonesia.
Editor : Hariri HJ