Halojember - Anggota DPR RI Bambang Haryadi secara terang-terangan membongkar adanya dugaan praktik kotor penyelewengan Solar bersubsidi yang terjadi di wilayah Jember.
Temuan ini memicu reaksi keras karena tindakan tersebut dinilai secara nyata merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menjadi sasaran utama subsidi negara.
Praktik Kotor yang Merugikan Rakyat
Dalam pernyataannya yang menohok, Bambang Haryadi menegaskan bahwa distribusi BBM bersubsidi tidak boleh menjadi ajang cari untung bagi para mafia dan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dugaan penyelewengan ini terendus melalui pola pengisian yang tidak wajar di sejumlah titik, yang disinyalir melibatkan kerja sama antara oknum lapangan dengan pihak pengelola.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Ultimatum Penimbun BBM: Kalau Masih Memaksa, Polisi Siap Tindak Tegas!
Penyelewengan Solar subsidi ini dianggap sebagai salah satu penyebab utama kelangkaan yang sering dikeluhkan oleh para sopir logistik dan petani di Jember.
Bambang menilai pengawasan yang lemah menjadi celah lebar bagi para pemain Solar untuk terus mengeruk keuntungan ilegal dari uang negara.
Tuntutan Tegas: Cabut Izin dan Tutup SPBU
Tidak sekadar memberi peringatan, Bambang Haryadi meminta pihak berwenang, termasuk Pertamina dan aparat penegak hukum, untuk mengambil tindakan paling ekstrem.
Baca Juga: Pertamina Tambah Ratusan Ribu Liter BBM ke Jember, Antrean SPBU Diprediksi Segera Normal
Ia mendesak agar SPBU yang terbukti terlibat dalam praktik penyelewengan ini segera ditutup dan izin operasionalnya dicabut secara permanen.
Langkah tegas ini dinilai perlu untuk memberikan efek jera agar SPBU lain tidak berani bermain-main dengan distribusi BBM subsidi.
Baca Juga: Tak Perlu Beli Berlebihan, Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Stok BBM Melimpah hingga Lebaran
Publik kini menunggu keberanian otoritas terkait untuk menindaklanjuti temuan ini dan memastikan Solar subsidi kembali jatuh ke tangan mereka yang benar-benar berhak.