Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

NEGARA HARUS TANGGUNG JAWAB!" – MUHAMAD ISNUR BONGKAR KEJANGGALAN TEROR AIR KERAS ANDRIE YUNUS

Yulio Rj • Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:21 WIB

 

Lokasi Penyiraman Air Keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (foto/capture)
Lokasi Penyiraman Air Keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (foto/capture)

"Panas! Panas! Tolong... air keras!"

Teriakan pilu Andrie Yunus di kegelapan Jalan Salemba I pada 12 Maret lalu bukan sekadar jeritan kesakitan. Itu adalah lonceng bahaya bagi demokrasi kita.

Dengan luka bakar mencapai 24% dan penanganan oleh 22 dokter spesialis, serangan ini jelas bukan kriminalitas jalanan biasa. Ini adalah pesan berdarah untuk mereka yang berani bersuara.

Bukti Serangan "Profesional"

Mengapa kita menyebutnya terorganisir? Lihat faktanya:

  1. Teror Psikologis: Sejak 9 Maret, Andrie sudah dihujani telepon misterius.

  2. Eksekusi Rapi: Pelaku menggunakan motor matic, sempat berputar balik memantau target, dan meninggalkan gelas stainless steel di lokasi—sebuah detail kecil yang menunjukkan persiapan matang.

  3. Timing yang Presisi: Serangan terjadi hanya beberapa menit setelah Andrie keluar dari kantor YLBHI usai membahas isu paling panas saat ini: "Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI".

Apa Kata Para Tokoh?

Suara kecaman pun meledak. Muhamad Isnur, Ketua YLBHI, tak ragu menuding ke arah kekuasaan.

"Negara harus bertanggung jawab atas serangan ini!" tegasnya. Ia melihat ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam aktivis yang vokal mengkritik dwi-fungsi militer.

Sementara itu, Novel Baswedan yang juga pernah merasakan pedihnya air keras, menyebut aksi ini sebagai "Tindakan Biadab dan Terorganisir". Novel menyoroti pola serangan yang sangat mirip dengan teror-teror politik masa lalu—dirancang untuk menciptakan ketakutan massal.

Siapa yang Merasa Terancam?

Andrie Yunus adalah "kerikil di sepatu" bagi pihak-pihak yang ingin meloloskan revisi UU TNI tanpa hambatan. Di podcast terakhirnya, ia membongkar bahaya kembalinya militer ke ranah sipil.

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni dan Bonnie Triyana, juga mendesak kepolisian jangan hanya menangkap "kaki tangan" di lapangan. "Bongkar aktor intelektualnya!" seru Bonnie.

Publik kini bertanya: Jika pelakunya bukan orang kuat, mengapa investigasi terasa begitu berat? ⚖️

Kini, Andrie sedang berjuang di ruang operasi. Namun perjuangan yang sebenarnya ada di tangan kita: berani atau tidak kita menunjuk hidung siapa sebenarnya dalang di balik botol air keras itu?

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#air keras #andrie yunus air keras #tni #Andrie Yunus #muhammad isnur