HALOJEMBER – Jalur penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali melalui Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana) Bali terpantau lumpuh total pada Senin, 16 Maret 2026.
Kepadatan ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan pemudik Lebaran 1447 H yang bersamaan dengan rencana penghentian operasional sementara dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948.
Kondisi di Lapangan, antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan telah mencapai titik krusial dengan ekor kemacetan mengular hingga sekitar 30-32 kilometer.
Banyak warga memilih mudik lebih awal untuk menghindari penutupan pelabuhan, namun lonjakan yang datang secara bersamaan justru memicu penumpukan di kantong-kantong parkir dan ruas jalan menuju pelabuhan.
Jadwal Penutupan Operasional
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menetapkan jadwal penutupan resmi untuk menghormati umat Hindu yang melaksanakan Catur Brata Penyepian:
Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi): Ditutup mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
Baca Juga: Jalur Asyik Menuju Keindahan Watu Ulo: Alternatif Anti Macet untuk Wisatawan
Pelabuhan Gilimanuk (Bali): Ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Puncak Arus Mudik
Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di lintasan ini akan terjadi pada 17-18 Maret 2026, tepat sebelum pelabuhan ditutup total.
Kondisi ini memaksa para pengguna jasa untuk mengatur ulang jadwal keberangkatan mereka guna menghindari terjebak di tengah kemacetan yang diperkirakan akan memakan waktu tempuh lebih dari satu hari.
Pihak kepolisian dari Polres Jembrana dan instansi terkait telah menyiagakan personel tambahan dalam Operasi Ketupat Agung untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan di sepanjang jalur utama.
Demikian pula dengan kepolisian dari Polresta Banyuwangi juga banyak yang turun mengatur lalu lintas. Ini untuk memastikan keamanan dan ketertiban.
Editor : Hariri HJ