HaloJember – Sejak sore ini, Rabu 18 Maret 2026, gema takbir dikumandangkan di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember.
Takbiran ini resmi berlangsung meriah dan penuh khidmat. Mereka merayakan hari Raya Idul Fitri lebih awal yaitu pada Hari Kamis 19 Maret 2026. Ini menjadi yang perdana di Indonesia.
Mereka yang takbir lebih awal dan akan salat Id lebih awal adalah warga bersama santri dari Pondok Pesantren Mahfilud Duror, Rabu malam pun akan mengumandangkan takbir, merayakan kemenangan lebih awal.
Baca Juga: Tradisi Menyambut Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia, Sarat Budaya dan Kearifan Lokal
Suasana takbiran di tempat ini sudah terasa sejak matahari akan terbenam.
Gema "Allahu Akbar, Allahu Akbar" bersahut-sahutan di kawasan Pondok Pesantren Mahfilud Duror II yang diasuh oleh KH Ali Wafa.
Tradisi takbiran lebih awal ini konsisten dilakukan oleh warga Suger Kidul, yang terbiasa menggunakan metode perhitungan hisab dari kitab Nazhatul Majalis secara turun-temurun sejak 1911.
Tahun 2026 ini, mereka kembali takbiran bersama. Ini bentuk syukur dan menyambut hari kemenangan.
Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Duror II yang diasuh oleh KH Ali Wafa menyampaikan, jumlah warga yang ikut salat Id dipastikan banyak.
“Setiap tahun banyak yang ikut salat Id. Jumlah pastinya ya tidak tau. Yang jelas banyak,” katanya.
Baca Juga: Pengamanan Mudik Lebaran Diperketat, 218 Personel Gabungan Disiagakan di Daop 9 Jember
Keseruan takbiran ini menjadi salah satu pemandangan unik di Jember, di mana semangat kekeluargaan dan persatuan terasa sangat kuat.
Apalagi, takbir di Suger Kidul ini bisa dibilang menjadi yang perdana di Indonesia. Di beberapa lokasi, takbir tahun 2026 pada Rabu malam Kamis tanggal 19 Maret juga ada di beberapa lokasi lain.
Sementara itu, salat Id di area masjid pesantren ini akan digelar Kamis pagi.
Editor : Hariri HJ