Presiden Volodymyr Zelensky angkat suara terkait memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Inggris.
Ia secara terbuka mendorong mantan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk duduk bersama dan mencari titik temu.
Pernyataan itu muncul setelah Trump beberapa kali melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Starmer.
Kritik tersebut memicu sorotan publik dan memunculkan spekulasi adanya ketegangan dalam hubungan dua negara sekutu tersebut.
Meski demikian, Zelensky menilai situasi tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia justru melihat hubungan antara Amerika Serikat dan Inggris masih berada dalam kondisi yang baik.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal yang wajar, termasuk di antara negara-negara yang memiliki hubungan dekat.
“Saya tidak melihat ada masalah besar dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Inggris,” ujar Zelensky dalam pernyataannya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung antara para pemimpin untuk menghindari kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Dengan pertemuan tatap muka, menurutnya, kedua pihak dapat lebih mudah menemukan solusi atas perbedaan yang ada.
Zelensky juga menilai hubungan transatlantik tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas global, terutama di tengah situasi geopolitik yang dinamis.
Karena itu, ia berharap Trump dan Starmer dapat segera menjalin komunikasi yang lebih konstruktif dan mengedepankan kepentingan bersama.
Seruan tersebut sekaligus menegaskan posisi Ukraina yang masih membutuhkan dukungan kuat dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, dalam menghadapi berbagai tantangan internasional.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi