HaloJember – Keseruan dan khidmatnya suasana Salat Idul Fitri terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Duror, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis 19 Maret 2026.
Di tempat ini cukup terkenal dengan tradisi lebaran lebih awal.
1. Suasana Salat Id yang Ramah dan Khusyuk
Lebaran Lebih Awal membuat banyak warga Suger Kidul dan sekitarnya berbondong-bondong memadati area sekitar Ponpes Mahfilud Duror II untuk melaksanakan salat Id lebih awal dari ketetapan Muhammadiyah atau NU dan pemerintah.
Baca Juga: Tradisi Menyambut Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia, Sarat Budaya dan Kearifan Lokal
Pusat Kegiatan salat Id ini dilakukan masjid Tertua. Pusat keramaian berada di masjid ponpes tertua di Dusun Kebun.
Sejak pagi buta, jalanan desa dipenuhi jemaah yang mengenakan pakaian muslim terbaik.
Wajah sukacita terpancar dari anak-anak hingga orang dewasa yang merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa berdasarkan kitab Nazatul Majelis.
Baca Juga: Pengamanan Mudik Lebaran Diperketat, 218 Personel Gabungan Disiagakan di Daop 9 Jember
Nuansa Pesantren yang Kental: Suara takbir menggema syahdu, dipimpin langsung oleh para pengasuh pondok pesantren, menciptakan suasana magis dan khusyuk di lingkungan pedesaan Jember utara.
2. Tradisi Saling Maaf-maafan
Halalbihalal Massal: Setelah salat Id dan khutbah selesai, tidak langsung pulang, ribuan jemaah berdesakan namun teratur untuk saling bersalaman (mushafahah) dengan KH Ali Wafa dan para kiai lainnya.
Silaturahmi Tanpa Sekat: Tradisi maaf-maafan ini dilakukan secara turun-temurun, mempererat tali persaudaraan antarwarga kampung dan santri, mencerminkan budaya kental persaudaraan di pondok pesantren.
3. Selamatan Makan-makan Bersama
Bancakan/Makan Bersama: Setelah salat dan bersalaman, suasana berlanjut dengan selamatan makan bersama. Warga membawa makanan dari rumah atau menyantap hidangan yang disediakan oleh pengurus pondok.
Kebersamaan yang Hangat: Makan bersama ini dilakukan di pelataran masjid atau rumah warga sekitar dalam suasana yang santai dan penuh keakraban, melambangkan rasa syukur.
Baca Juga: Serba-serbi Tradisi Lebaran di Indonesia, Pulang Kampung Melepas Rindu Bertemu Keluarga
Pengamanan Terpadu: Karena keramaian yang membludak, kegiatan ini sering dijaga oleh tiga pilar (TNI, Polri, dan santri) untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Suasana ini menggambarkan perpaduan kental antara tradisi keilmuan pesantren, ketaatan pada kiai, dan budaya gotong royong warga desa di Suger Kidul, Jember.
Editor : Hariri HJ