HALOJEMBER – Seiring berakhirnya masa libur Idulfitri 1447 H, gelombang arus balik masyarakat diprediksi akan mulai memadati jalur-jalur utama di Jawa Timur.
Berdasarkan data per 19 Maret 2026, pemerintah memperkirakan puncak arus balik gelombang pertama akan terjadi pada 24–25 Maret 2026, disusul gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.
Tingginya mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai 143,9 juta perjalanan secara nasional menjadikan wilayah Jawa Timur, terutama Surabaya, sebagai titik pertemuan arus kendaraan terbesar.
Titik Rawan Kemacetan di Surabaya
Sebagai pusat transportasi dan tujuan utama arus balik, beberapa lokasi di Surabaya dan sekitarnya diprediksi mengalami kepadatan tinggi:
Gerbang Tol Waru & Terminal Purabaya: Menjadi titik kumpul kendaraan dari arah selatan (Malang/Pasuruan) dan barat (Mojokerto/Jombang).
Jalan Ahmad Yani: Jalur utama masuk kota yang selalu mengalami peningkatan volume kendaraan saat arus balik.
Simpang 4 Legundi (Gresik): Titik krusial bagi pengendara yang menghindari jalur tol atau menuju wilayah pantura.
Tol Trans Jawa (Surabaya–Pasuruan): Diprediksi padat merayap akibat pertemuan arus dari wilayah tapal kuda dan arah Malang.
Kondisi Arus Balik di Wilayah Jember
Bagi masyarakat yang bergerak dari arah timur (Banyuwangi/Bali) menuju Surabaya melalui Jember, beberapa titik perhatian meliputi:
Kawasan Mangli dan Rambipuji: Dinas Perhubungan Jember telah memetakan area ini sebagai titik rawan macet yang memerlukan rekayasa lalu lintas khusus.
Jalur Arteri Utama: Pemerintah daerah memberlakukan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga atau lebih di jalur utama Jember untuk mengurangi hambatan lalu lintas hingga 29 Maret 2026.
Jalur Alas Gumitir: Meskipun terpantau lancar pada masa mudik, jalur berkelok ini tetap menjadi titik waspada bagi pemudik yang kembali ke arah barat.
Editor : Hariri HJ