JEMBER, Halojember — Pagi itu Abdul Wafi berniat melakukan hal yang biasa ia lakukan. Memanjat pohon randu untuk memetik daun sebagai pakan ternaknya.
Tidak ada yang berbeda dari rutinitas itu. Sampai ia tidak pernah turun lagi.
Warga Dusun Krajan I, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu ditemukan tergantung di atas pohon randu tidak jauh dari SDN Panduman 01, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 09.30.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Jember, Satu Tewas, Tujuh Orang Alami Luka
Abdul Wafi, 31 tahun, tewas tersengat jaringan listrik tegangan tinggi yang melintang tepat di atas pohon yang ia panjat.
Penemuan itu seketika menggegerkan warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.
Kapolsek Jelbuk AKP Brisan Iman Nulla menjelaskan, saat korban merempes ranting pohon randu, dahan yang terpotong jatuh dan menyentuh kabel bertegangan tinggi di atasnya.
Arus listrik pun seketika mengalir ke tubuh korban.
"Saat korban merempes ranting pohon randu, bagian pohon menempel jaringan listrik tegangan tinggi. Tanpa disadari, dahan yang jatuh menyentuh kabel dan arus listrik mengalir ke tubuh korban," jelasnya.
Proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan.
Petugas harus terlebih dahulu memadamkan jaringan listrik sebelum bisa mendekati korban.
Posisi Abdul Wafi yang tergantung di atas pohon dengan kepala di bawah membuat proses penyelamatan membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra.
"Evakuasi memerlukan waktu cukup lama karena posisi korban tergantung dan kami harus benar-benar berhati-hati," kata Brisan.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026: Waspada Kemacetan di Surabaya dan Jember Mulai 24 Maret 2026
Setelah berhasil dievakuasi bersama warga, jasad korban dibawa ke Puskesmas Jelbuk.
Selanjutnya, pihak keluarga membuat surat pernyataan, jasad Abdul Wafi pun akhirnya dibawa pulang untuk dimakamkan.
"Korban meninggal di atas pohon randu akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi," pungkas Brisan. (jum/kin)
Editor : Sidkin