MAGELANG, Halojember — Belum genap sebulan sejak kecelakaan tragis yang nyaris merenggut nyawanya, Muhammad Suryo sudah berdiri di hadapan ribuan karyawannya.
Dengan mata berkaca-kaca dan kabar yang membuat suasana pabrik rokok HS di Muntilan, Kabupaten Magelang, mendadak haru.
Jumat (27/3/2026), pemilik pabrik rokok HS itu mengunjungi langsung karyawannya dan mengumumkan sesuatu yang tidak mereka duga. Tahun ini, 150 karyawan akan diberangkatkan umrah ke Tanah Suci.
Jumlah itu lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Alasannya juga sangat personal.
Suryo mengalami kecelakaan di Kulonprogo, DIY, pada 1 Maret 2026. Ia sempat kritis dan dirawat intensif. Sementara istrinya, Anis Syarifah, meninggal dunia.
Kepulihan Suryo adalah kabar yang selama sebulan terakhir ditunggu-tunggu ribuan orang yang menggantungkan nafkah di perusahaannya.
Program memberangkatkan karyawan umrah sebenarnya sudah rutin dilakukan Suryo setiap tahun.
Namun kali ini terasa berbeda. Sebab lebih banyak, lebih bermakna, dan lahir dari pengalaman yang mengubah cara pandangnya tentang hidup.
Hadiah umrah itu ia sebut sebagai bentuk syukur sekaligus terima kasih yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata biasa.
"Ini bentuk syukur saya dan rasa terima kasih atas doa dan dukungan dari panjenengan semua. Kalian adalah penyemangat dan yang membuat saya tegar menghadapi cobaan ini. Saya minta terus doakan istri saya semoga husnul khatimah," kata Suryo sambil terisak.
Ribuan karyawan yang hadir tampak tidak bisa menyembunyikan haru mereka. Banyak yang menangis.
Bukan semata karena kabar umrah tapi karena melihat bos mereka berdiri sehat di depan mereka setelah kabar kritis yang sempat membuat mereka lemas.*
Editor : Sidkin