HaloJember - Konflik bersenjata antara Iran vs AS-Israel yang pecah akhir Februari 2026 telah meningkatkan tensi Timur Tengah secara drastis.
Kondisi ini mengancam pasokan energi global, dan memicu kenaikan harga minyak mentah di atas US$100 per barel.
Dampaknya, dunia menghadapi risiko krisis energi dan inflasi di dunia.
Sementara Indonesia terancam beban subsidi APBN yang membengkak serta kenaikan harga BBM.
Kondisi Perang Terkini Per Akhir Maret 2026:
- Serangan dan Eskalasi: Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran mulai 28 Februari 2026, yang berpotensi meluas ke Lebanon (target Hizbullah).
- Ancaman Selat Hormuz: Konflik ini mengancam jalur maritim Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi bagi sekitar pasokan minyak dan gas dunia.
- Risiko Perang Global: Pakar menyoroti potensi perang ini meluas menjadi konflik regional besar atau bahkan global, mengingat hubungan strategis Iran dengan Rusia dan Tiongkok.
Baca Juga: Tiga Permintaan Iran untuk Akhiri Perang dengan AS-Israel setelah Iran di Atas Angin
Dampak bagi Dunia:
- Krisis Energi: Harga minyak mentah Brent dan WTI sempat menembus US$100 per barel, menciptakan ketidakpastian ekonomi global.
- Gangguan Rantai Pasok: Kekhawatiran blokade Selat Hormuz meningkatkan biaya logistik dan menurunkan produksi di beberapa wilayah.
- Efisiensi Energi: Beberapa negara seperti Korea Selatan dan China mulai melakukan pembatasan ekspor bahan bakar.
Baca Juga: Kapan Perang Iran vs Israel-AS Akan Berakhir? Ini Jawabannya
Dampak bagi Indonesia:
- Tekanan Ekonomi & BBM: Kenaikan harga minyak dunia berdampak langsung pada kenaikan harga BBM dan berpotensi memicu inflasi di Indonesia.
- Beban APBN: Beban subsidi energi dalam APBN berpotensi membengkak, meningkatkan tekanan pada fiskal negara.
- Penyesuaian Impor: Pemerintah mulai mengalihkan impor minyak mentah, BBM, dan LPG dari Timur Tengah ke Amerika Serikat untuk mengamankan pasokan.
- Stabilitas Rupiah: Ketidakpastian geopolitik berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Kapan Perang Iran vs Israel-AS Akan Berakhir? Ini Jawabannya
Nah, apabila perang ini terus terjadi, maka perang potensi kenaikan harga minyak di Indonesia bukan hal yang mustahil.
Untuk itu, pemerintah harus mengambil langkah-langkah guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga minyak.
Lantas, siapkan Indonesia akan dampak ekonomi itu? Sementara di Indonesia masih banyak yang digaji di bawah UMK bahkan jauh dari itu.
Bahkan, mereka yang mendapat gaji di bawah UMK bukan hanya pegawai swasta atau buruh, namun banyak pula pegawai honorer yang jauh di bawah UMK kabupaten/kota setempat.
Editor : Hariri HJ