HaloJember– Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi, 2 April 2026, pukul 05.48 WIB.
Guncangan kuat yang dirasakan hingga Maluku Utara memicu kerusakan rumah warga dan kekhawatiran tsunami, memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat aman.
Lokasi Pengungsian dan Situasi Warga
Ribuan penduduk, terutama di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, melaporkan adanya fenomena air laut surut, yang mendorong warga berlarian menuju area pegunungan dan daratan yang lebih tinggi.
Baca Juga: Deretan Dampak Gempa Bumi M 7,6 yang Berpusat di Laut Maluku Utara, Cukup Dahsyat Mengerikan
Pemerintah setempat bersama warga membangun tenda darurat di lokasi pengungsian sementara di daerah pegunungan untuk menampung perempuan, lansia, dan balita, mengingat ketakutan akan gempa susulan masih tinggi.
Berdasarkan laporan sementara, sejumlah gereja di Ternate dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga ringan.
Tindakan Cepat Pemerintah dan BNPB
Merespons situasi darurat, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran terkait untuk memberikan layanan cepat dan penyelamatan warga sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Satu Tewas dan Banyak yang Terluka Akibat Gempa Bumi di Ternate, Evakuasi Terus Dilakukan
Aktivasi Posko Darurat: Pemprov Sulawesi Utara langsung mengaktifkan Posko Tanggap Darurat dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk memantau situasi secara real-time.
Evakuasi dan Logistik: BNPB bersama TNI/Polri dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto mendesak BPBD setempat untuk menjamin kebutuhan dasar seperti logistik, makanan, dan air bersih bagi pengungsi terpenuhi.
Baca Juga: Astagfirullah, Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Ternate, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Pendataan Kerusakan: Tim gabungan sedang melakukan verifikasi dan pendataan kerusakan infrastruktur, terutama rumah-rumah warga yang terdampak, untuk tindak lanjut perbaikan atau pembangunan hunian sementara (huntara).
Penanganan SAR: Basarnas telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan, terutama di daerah yang dilaporkan mengalami kerusakan bangunan serius.
Editor : Hariri HJ