JEMBER, Halojember – Luka fisik akibat pengeroyokan mungkin bisa sembuh, tapi luka batin yang dialami F (15) belum tentu.
Pelajar kelas 1 SMA di Kecamatan Kencong, Jember ini tak hanya menjadi korban kekerasan fisik.
Video saat dirinya ditelanjangi oleh para pelaku juga disebarkan ke grup sekolah, membuatnya malu dan trauma hingga enggan kembali masuk sekolah.
Baca Juga: Dijemput Paksa Tengah Malam, Pelajar SMA di Jember Dikeroyok 10 Orang lalu Ditelanjangi
Samiati, ibu F, mengungkapkan bahwa video memalukan itu beredar luas di kalangan teman-teman sekolah anaknya.
Dalam rekaman tersebut, F tampak hanya mengenakan celana dalam saat dianiaya oleh para pelaku.
"Video anak saya tidak pakai baju dan cuma pakai celana dalam saat ditelanjangi disebar di grup sekolah. Jadi malu mau sekolah," katanya.
Sebelum video itu tersebar, F sebenarnya masih sempat masuk sekolah pada hari Senin setelah kejadian.
Namun setelah video itu menyebar, ia tak lagi berani menampakkan wajahnya di depan teman-temannya.
Rasa malu bercampur takut membuatnya memilih mengurung diri di rumah daripada harus menghadapi tatapan orang-orang di sekolah.
Kasus ini jadi atensi Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang.
Kepala Seksi SMK Cabdin, Mohamad Khotib, menyatakan pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima perintah dari Kepala Cabdin untuk menangani kasus ini.
Pihaknya memastikan akan menggali keterangan dari korban, keluarga, dan pihak sekolah.
Baca Juga: Gandeng Industri Thailand, Cabdin Perkuat SMK Negeri Jember
"Pasti kami kroscek setiap informasi dalam masalah ini," tegasnya.*
Editor : Sidkin