HALOJEMBER – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat mengkhawatirkan.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi menebar ancaman akan menyerang 18 perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, mulai dari Apple hingga Tesla.
Langkah ekstrem ini diklaim sebagai bentuk balasan atas serangkaian serangan dari Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.
Baca Juga: Kondisi Perang Iran vs AS-Israel Terkini dan Dampak Bagi Dunia Termasuk Indonesia
Rencana serangan tersebut kabarnya akan menyasar kantor cabang perusahaan-perusahaan teknologi AS yang beroperasi di kawasan Teluk.
Pihak Iran menyatakan bahwa aksi ini merupakan kompensasi atas kehilangan nyawa para pemimpin mereka.
Target utama serangan adalah fasilitas-fasilitas perusahaan yang dianggap terlibat dalam mendukung operasi militer dan pelacakan target di wilayah Iran.
Daftar Perusahaan Teknologi yang Menjadi Target
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan industri teknologi, daftar yang dirilis mencakup hampir seluruh pemain besar di Silicon Valley.
Iran menyebut perusahaan-perusahaan ini sebagai elemen utama dalam merancang sistem pelacakan target pembunuhan.
Baca Juga: Tiga Permintaan Iran untuk Akhiri Perang dengan AS-Israel setelah Iran di Atas Angin
Berikut adalah daftar 18 perusahaan yang masuk dalam radar ancaman IRGC:
-
Apple, Meta, Google, dan Microsoft.
-
Intel, Nvidia, IBM, dan Dell.
-
Tesla, Boeing, HP, dan Cisco.
-
Oracle, Palantir, JP Morgan, dan GE.
-
Spire Solutions dan G42.
Baca Juga: Kapan Perang Iran vs Israel-AS Akan Berakhir? Ini Jawabannya
Imbauan Keselamatan bagi Warga dan Pegawai
Ancaman serius ini diikuti dengan peringatan keras bagi para pegawai perusahaan tersebut untuk segera meninggalkan area perkantoran demi keselamatan nyawa.
Selain itu, warga lokal yang tinggal di sekitar fasilitas atau kantor cabang perusahaan teknologi AS di kawasan Teluk diminta untuk menjauh dalam radius minimal 1 kilometer.
Kondisi ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang sedang diupayakan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perselisihan.
Namun, pihak IRGC menilai bahwa pemerintah AS dan para raksasa teknologi tersebut telah mengabaikan peringatan yang diberikan secara berulang kali.
Penggunaan AI dalam Konflik Modern
Baca Juga: Rupiah Ambrol Tembus Rp17.000 per Dolar, Pengusaha Ketar-Ketir di Tengah Perang Timur Tengah
Tewasnya tokoh penting seperti Ali Khamenei dan Ali Larijani menjadi pemantik utama kemarahan Iran.
Menariknya, teknologi tinggi seperti Artificial Intelligence (AI) kini disebut-sebut telah menjadi bagian integral dalam strategi perang yang dilancarkan terhadap Iran.
Hal inilah yang mendasari alasan Iran menyasar perusahaan teknologi, karena dianggap sebagai pemasok infrastruktur digital untuk intelijen lawan.
Situasi keamanan di kawasan Teluk kini dalam status siaga tinggi.
Bagi kamu yang memiliki kepentingan bisnis atau kerabat di wilayah tersebut, disarankan untuk terus memantau pembaruan berita internasional guna menghindari risiko yang tidak diinginkan di tengah ketegangan yang kian memuncak ini.
DAFTAR PERUSAHAAN AS DALAM RADAR ANCAMAN IRGC:
| Sektor Teknologi | Nama Perusahaan |
| Gadget & Software | Apple, Microsoft, Google, Meta |
| Hardware & Chipset | Intel, Nvidia, Dell, HP |
| Transportasi & Energi | Tesla, Boeing, GE |
| Data & Keuangan | Oracle, Palantir, JP Morgan |
| Infrastruktur & AI | Cisco, Spire Solutions, G42 |
Editor : Rifki Bagus