HaloJember – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami pasca-gempa tektonik kuat yang mengguncang wilayah Maluku Utara.
Meski ancaman gelombang pasang dinyatakan berakhir, masyarakat diimbau untuk tidak lengah mengingat aktivitas seismik di bawah laut masih menunjukkan tren fluktuatif.
Puluhan Gempa Susulan Terdeteksi
Hingga saat ini, Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat telah terjadi puluhan gempa susulan (aftershocks) dengan magnitudo yang bervariasi.
Baca Juga: Deretan Dampak Gempa Bumi M 7,6 yang Berpusat di Laut Maluku Utara, Cukup Dahsyat Mengerikan
Walaupun kekuatannya cenderung mengecil, frekuensi gempa yang sering dapat memicu kerusakan tambahan pada struktur bangunan yang sudah rapuh.
Hermizal, perwakilan dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, mengingatkan warga untuk melakukan pengecekan mandiri terhadap kondisi hunian mereka sebelum memutuskan untuk menetap kembali di dalam rumah.
"Warga diperbolehkan kembali ke rumah jika kondisi bangunan dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Kami sangat menyarankan agar warga tidak langsung menempati rumah yang terlihat retak atau posisinya sudah tidak stabil," ujar Hermizal dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Satu Tewas dan Banyak yang Terluka Akibat Gempa Bumi di Ternate, Evakuasi Terus Dilakukan
Langkah Penanganan Pemerintah
Menanggapi dampak kerusakan yang ada, Pemerintah Daerah bekerja sama dengan BPBD dan instansi terkait mulai memetakan wilayah terdampak.
Pemerintah memastikan akan turun tangan dalam proses pembersihan material reruntuhan di area pemukiman warga.
Selain pembersihan, skema bantuan perbaikan rumah juga tengah disiapkan. Pemerintah berkomitmen memberikan stimulan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, baik kategori ringan maupun berat, guna mempercepat pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Astagfirullah, Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Ternate, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Imbauan bagi Masyarakat:
1. Periksa Struktur Bangunan: Pastikan tidak ada retakan pada kolom utama atau kemiringan bangunan yang membahayakan.
2. Hindari Lereng: Bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan, waspadai potensi longsor yang dipicu oleh getaran gempa susulan.
3. Pantau Informasi Resmi: Tetap tenang dan hanya memercayai informasi dari kanal resmi BMKG, BNPB, atau pemerintah setempat guna menghindari hoaks.
Saat ini, petugas di lapangan masih terus bersiaga untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan darurat bagi warga yang masih bertahan di titik pengungsian sementara.
Editor : Hariri HJ