Pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jember Edy Budi Susilo, mengatakan, langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar korban segera terpenuhi.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Mangli Jember, Kerugiaan Capai Jutaan Rupiah
“Kami langsung melakukan kaji cepat sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada korban terdampak,” jelasnya.
Kebakaran ini menyebabkan satu unit rumah milik Muhlisin (39), hangus dan rusak berat.
Tak hanya itu, dua rumah tetangganya, milik Rudi Hartono (40) dan Lukman Sanusi (56) mengalami kerusakan ringan pada bagian atap dapur.
Untuk korban dengan rumah rusak berat, bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, makanan siap saji, lauk pauk, hingga perlengkapan sandang dan kebutuhan keluarga.
Baca Juga: Motuba Terbakar Setelah Isi BBM di SPBU Jember, Mendadak Didatangi Polisi
BPBD juga menyalurkan selimut, peralatan makan dan masak, kompor, hingga terpal untuk kebutuhan darurat.
Selain itu, terdapat pula paket khusus untuk lansia serta family kit untuk menunjang kebutuhan sehari-hari korban.
Sementara itu, bantuan juga diberikan kepada Rudi Hartono dan Lukman Sanusi.
Mereka menerima paket sembako, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Baca Juga: Apes! Warga Jember Ini Membakar Potongan Kayu, tapi Rumah dan Kandang Ternaknya Ludes Terbakar
Tak hanya bantuan logistik, BPBD juga menyiapkan langkah lanjutan untuk pemulihan pascabencana.
Rencananya, kerja bakti bersama warga akan dilakukan pada Selasa (7/4/2026) untuk mempercepat proses pemulihan.
Tim juga akan menyalurkan bantuan material berupa batu bata dan lembaran penutup atap.
Edy mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Kami mengingatkan warga agar rutin mengecek kondisi kabel listrik guna mencegah korsleting,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya gotong royong masyarakat dalam membantu proses pembangunan kembali rumah korban.*
Editor : Sidkin