Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Gawat! Intelijen AS Bongkar Rahasia Kekuatan Militer Iran yang Masih Utuh, Trump Ternyata Salah Prediksi?

Yulio Faruq Akhmadi • Selasa, 7 April 2026 | 13:27 WIB
Hasil penilaian intelijen AS mengungkap, Iran masih memiliki kemampuan rudal dan drone menakutkan meski terus dibombardir (Foto: AP)
Hasil penilaian intelijen AS mengungkap, Iran masih memiliki kemampuan rudal dan drone menakutkan meski terus dibombardir (Foto: AP)

Halo Jember – Sebuah fakta mengejutkan baru saja terungkap dari hasil penilaian terbaru badan intelijen Amerika Serikat (AS) terkait kekuatan militer Iran.

Meskipun terus digempur habis-habisan dalam beberapa waktu terakhir, kemampuan rudal Teheran ternyata masih sangat menakutkan dan jauh dari kata hancur.

Hasil laporan intelijen tersebut mengungkap bahwa sekitar 50 persen dari seluruh sistem peluncur rudal milik Iran masih beroperasi secara normal.

Angka ini menjadi peringatan keras bagi pihak lawan, karena Iran terbukti masih memiliki "taring" yang cukup tajam untuk melakukan serangan balik mematikan.

Kenyataan ini sangat kontras dengan klaim agresif yang sering dilontarkan oleh Presiden Donald Trump mengenai kehancuran infrastruktur militer Iran.

Intelijen AS justru memperingatkan bahwa stok drone dan rudal balistik Iran masih dalam jumlah yang sangat banyak dan siap digunakan untuk perang jangka panjang.

Kemampuan Iran dalam menyembunyikan dan memobilisasi sistem persenjataan mereka menjadi tantangan besar bagi sistem deteksi udara tercanggih sekalipun.

Selain rudal, armada drone bunuh diri milik Teheran juga dilaporkan tetap siaga dalam jumlah ribuan unit di berbagai bunker rahasia bawah tanah.

Hal ini membuktikan bahwa strategi pertahanan "benteng bawah tanah" yang dibangun Iran selama puluhan tahun bekerja dengan sangat efektif.

Banyak analis menilai bahwa penilaian intelijen ini seharusnya menjadi dasar bagi Washington untuk lebih berhati-hati dalam mengambil langkah militer selanjutnya.

Sebab, jika setengah dari peluncur rudal tersebut ditembakkan secara bersamaan, sistem pertahanan udara mana pun di dunia akan kewalahan menghalaunya.

Dunia kini melihat bahwa Iran bukan sekadar lawan yang bisa ditumbangkan dalam semalam melalui serangan udara sepihak.

Ketangguhan sistem persenjataan Iran ini sekaligus memberikan posisi tawar yang kuat bagi Teheran dalam meja diplomasi internasional yang sedang memanas.

Kini, publik menunggu respons dari Gedung Putih, apakah mereka akan merevisi strategi militer atau tetap nekat melanjutkan ancaman serangan total.

Satu yang pasti, kabar mengenai sisa kekuatan rudal Iran ini telah membuat peta ketegangan di Timur Tengah menjadi semakin sulit diprediksi.(yul)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#rudal iran #Intelijen AS #amerika #iran #israel