JAKARTA, Halojember – Dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang belakangan kembali menghangat memicu tanda tanya besar bagi calon jemaah haji Indonesia.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi demi memastikan ibadah haji 1447 H/2026 M tetap berjalan khidmat.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/4/2026), Menhaj mengungkapkan harapannya agar eskalasi di kawasan tersebut segera mereda.
Baca Juga: Siap-siap! Menhaj Umumkan Jemaah Haji 2026 Berangkat Bulan April, Ini Jadwal Lengkapnya
Ia menekankan bahwa operasional haji melibatkan jutaan orang dari seluruh dunia, sehingga stabilitas kawasan menjadi kunci utama.
“Kami berharap eskalasi yang terjadi tidak mempengaruhi operasional haji. Kami juga berharap ketegangan dapat segera mereda, sehingga seluruh proses ibadah haji dari berbagai negara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat,” tegas Gus Irfan.
Selain faktor keamanan, tantangan nyata yang membayangi adalah fluktuasi ekonomi global.
Baca Juga: Sudah Terjadwal Berangkat Haji 2026? Yuk Cek Lagi Kesiapan Tubuh dan Mentalmu Sebelum Berangkat!
Ketegangan di Timur Tengah sering kali memicu kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang berpotensi membengkakkan biaya operasional.
Namun, Menhaj memberikan jaminan bahwa pemerintah akan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah tanpa menurunkan standar kualitas.
Sinyal positif juga datang dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Almudi.
Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Hanya Diancam 20 Tahun Penjara?
Ia memastikan bahwa wilayah Kerajaan, khususnya dua kota suci Mekkah dan Madinah, berada dalam kondisi yang sangat stabil dan damai.
“Arab Saudi saat ini dalam keadaan damai. Kami sangat memperhatikan kepentingan umat Islam dan terus berupaya menjaga stabilitas, termasuk mendorong agar ketegangan di kawasan tidak berlanjut,” ungkap Faisal.
Jaminan keamanan ini menjadi oase di tengah ketidakpastian global, memastikan bahwa rukun Islam kelima ini tetap bisa dilaksanakan dengan rasa aman oleh jemaah Indonesia.*
Editor : Sidkin