Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Angin Segar! AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Minggu, Selat Hormuz Kembali Dibuka untuk Dunia

Yulio Faruq Akhmadi • Rabu, 8 April 2026 | 13:03 WIB

Gencatan senjata sementara itu terjadi lebih dari sebulan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran. (BBC)

Gencatan senjata sementara itu terjadi lebih dari sebulan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran. (BBC)

Halo Jember – Setelah ketegangan yang nyaris memicu kehancuran total, kabar baik akhirnya datang dari meja diplomasi internasional.

Amerika Serikat dan Iran secara resmi menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu, terhitung mulai hari ini, Rabu (8/4/2026).

Kesepakatan dramatis ini tercapai hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu serangan besar-besaran yang sebelumnya diancamkan oleh Presiden Donald Trump.

Salah satu poin paling krusial dalam perjanjian ini adalah dibukanya kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran internasional.

Jalur vital energi dunia tersebut, yang memasok seperlima minyak global, akan kembali beroperasi di bawah koordinasi militer Iran selama masa gencatan senjata.

Keputusan ini diambil menyusul mediasi intensif yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, guna memberi ruang bagi jalur diplomasi yang lebih permanen.

Presiden Trump menyatakan bahwa penundaan serangan ini dilakukan karena banyak poin keberatan di masa lalu kini mulai menemukan titik temu.

"Ini adalah gencatan senjata dua sisi! Kami percaya ini adalah basis yang bisa dikerjakan untuk merundingkan perdamaian jangka panjang," tulis Trump dalam pernyataannya.

Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar global, di mana harga minyak mentah dunia dilaporkan langsung merosot tajam setelah sempat melonjak tinggi.

Bursa saham di berbagai belahan dunia pun menunjukkan tren hijau, mencerminkan rasa lega pelaku ekonomi atas meredanya tensi di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal kini dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz selama 14 hari ke depan.

Meskipun bersifat sementara, periode dua minggu ini akan menjadi ujian berat bagi kedua negara untuk merumuskan kesepakatan damai yang sesungguhnya.

Israel, sebagai sekutu utama AS, juga dilaporkan setuju untuk menghentikan sementara serangan udaranya guna mendukung proses negosiasi di Islamabad, Pakistan.

Namun, pengamat militer memperingatkan bahwa situasi masih tetap rawan karena rasa saling tidak percaya yang masih sangat mendalam di antara kedua belah pihak.

Seluruh mata dunia kini tertuju pada Islamabad, menanti apakah jeda dua minggu ini benar-benar akan mengakhiri perang atau hanya sekadar tenang sebelum badai berikutnya.

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#iran #gencatan senjata #Iran AS Israel #selat hormuz