HaloJember - Hingga 10 April 2026, konflik antara Iran melawan koalisi AS-Israel telah memasuki hari ke-41.
Perkembangan situasi yang sangat tegang meskipun ada upaya gencatan senjata, namun gencatan senjata ini tidak diamini oleh Israel.
Serangan Iran ke Israel, Berikut Kami Sajikan Gambaran Umumnya:
· Iran telah melancarkan serangan udara besar-besaran sejak dimulainya perang pada akhir Februari 2026 sebagai balasan atas agresi AS-Israel.
· Jumlah Rudal/Bom: Sejauh ini, Iran telah meluncurkan total 7 salvo (gelombang) rudal balistik ke arah Israel.
· Skala Serangan: Lebih dari 500 rudal tercatat telah ditembakkan ke arah Israel, di mana sebagian besar diklaim berhasil dicegat. Namun, Iran juga menggunakan bom tandan yang sulit ditangkal dan menyebar di area yang luas.
· Operasi "True Promise 4": Gelombang ke-58 dari rangkaian serangan rudal Iran dilaporkan menggunakan rudal hulu ledak 2 ton untuk membombardir wilayah utara dan tengah Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem.
Kondisi Terkini di Israel
Situasi di Israel terus bergejolak akibat ancaman serangan yang berkelanjutan:
· Kerusakan Infrastruktur: Serangan rudal terbaru pada April 2026 menyebabkan kerusakan parah di wilayah Israel tengah.
· Dampak Ekonomi: Ekonomi Israel dilaporkan menderita kerugian lebih dari 3 miliar dolar AS per minggu akibat perang yang berkepanjangan.
· Status Gencatan Senjata: Meskipun AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu, PM Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak berlaku bagi Israel dan terus melancarkan serangan ke Lebanon, yang memicu ancaman balasan baru dari Iran.
· Kepanikan Warga: Munculnya rudal yang berhasil menembus sistem pertahanan udara di dekat fasilitas nuklir Dimona memicu kekhawatiran besar akan efektivitas Iron Dome saat ini.
Editor : Hariri HJ