HaloJember – Ini kondisi anak-anak di Iran selama eskalasi konflik vs Israel-AS yang terjadi pada tahun 2026.
Tragedi Pendidikan di Iran: Sekolah Menjadi Sasaran
Konflik yang pecah sejak akhir Februari 2026 membawa dampak mematikan bagi warga sipil di Iran, terutama anak-anak.
Baca Juga: Sudah 41 Hari, Perang Iran vs AS-Israel, Kerusakan di Mana-mana dan Warga Banyak yang Panik
Sekolah di Minab: Sebuah tragedi besar terjadi ketika serangan rudal menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di wilayah Minab, Iran selatan.
Laporan menyebutkan rudal menghantam tepat saat pelajaran dimulai, mengakibatkan puluhan siswi tewas.
Jumlah Korban: Pemerintah Iran menyatakan sekitar 200 anak tewas akibat serangan udara yang menghancurkan berbagai fasilitas sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit.
Baca Juga: Kondisi Perang Iran vs AS-Israel Terkini dan Dampak Bagi Dunia Termasuk Indonesia
Kondisi Sekolah: Banyak sekolah di wilayah terdampak terpaksa tutup atau hancur.
Dilaporkan melalui citra satelit bahwa sekolah-sekolah di dekat pangkalan militer terkena dampak serangan berulang.
Anak Berkebutuhan Khusus: Dampak perang juga sangat dirasakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang kehilangan akses ke fasilitas pendidikan khusus mereka di tengah api peperangan.
Di Israel: Hidup juga dalam Bayang-bayang Rudal
Anak-anak di Israel juga menghadapi situasi yang mencekam akibat serangan balasan dari Iran.
Korban Luka: Hingga pertengahan Maret 2026, tercatat lebih dari 3.138 orang di Israel mengalami luka-luka akibat serangan roket dan rudal.
Ancaman Rudal: Iran diperkirakan memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik yang mampu menjangkau wilayah Israel, memaksa keluarga dan anak-anak sering kali harus mengungsi ke bunker atau ruang bawah tanah saat sirene berbunyi.
Gangguan Pendidikan: Meskipun sistem pertahanan udara bekerja, serangan yang intens sering kali memaksa sekolah-sekolah di wilayah utara dan pusat Israel ditutup sementara demi keamanan murid.
Situasi Pengungsian
Di kedua negara, perpindahan penduduk (internal displacement) menjadi realita pahit:
Di Iran, keluarga di wilayah strategis seperti Minab dan dekat pangkalan militer harus meninggalkan rumah mereka yang hancur.
Di Israel, warga di perbatasan sering kali harus dievakuasi ke wilayah yang lebih aman untuk menghindari jangkauan mortir dan roket jarak pendek.
Editor : Hariri HJ