HaloJember – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan proyeksi ekonomi yang luar biasa bagi Kabupaten Jember melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungannya, ia memperkirakan perputaran uang di Jember akan mencapai Rp 4,6 triliun per tahun.
Nilai ini sangat signifikan karena nilainya setara dengan satu kali lipat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember, yang secara efektif "menggandakan" kekuatan ekonomi di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Gedung MBG Jadi Dapur Megah, Sekolah Masih Rapuh
Dalam kunjungan terbarunya, Dadan menegaskan bahwa Jember layak menjadi role model atau percontohan nasional karena progresivitasnya dalam penyediaan data penerima manfaat akurat.
Dalam pernyataan tersebut, terungkap potensi perputaran ekonomi yang luar biasa besar di wilayah ini. Jika program MBG berjalan penuh, diperkirakan anggaran yang terserap di Kabupaten Jember bisa mencapai Rp4,6 triliun per tahun.
Artinya, jika hari efektif dalam setahun yakni 300 hari, maka dalam sehari setara dengan Rp 15 miliar untuk MBG.
Dana ini tidak hanya digunakan untuk pengadaan makanan saja, tetapi juga diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM dan sektor pertanian lokal.
Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, menyambut optimis proyeksi tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menjadi penonton.
Ia berkomitmen memastikan aliran dana fantastis tersebut benar-benar terserap oleh warga Jember sendiri, bukan pengusaha dari luar daerah.
"Tugas kami adalah memastikan bahwa uang Rp 4,6 triliun ini tidak 'terbang' ke luar Jember. Maka, sayur, beras, telur, hingga dagingnya harus berasal dari petani dan peternak lokal kita," ujar Gus Fawait.
Langkah Strategis: Penguatan BUMD
Untuk mengawal hal tersebut, Bupati Fawait menyiapkan langkah konkret melalui penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Rantai Pasok Lokal: BUMD akan berperan sebagai agregator atau penyambung antara petani lokal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepastian Harga: Melalui intervensi pemerintah, diharapkan harga bahan baku tetap stabil dan menguntungkan produsen lokal.
Baca Juga: Nakal Banget, Tanggal 10 Maret 42 Dapur MBG di Jember Dibekukan karena Tidak Urus Izin SLHS
Penyerapan Tenaga Kerja: Operasional dapur sehat (SPPG) di setiap wilayah akan memprioritaskan warga setempat, terutama ibu rumah tangga dan pemuda.
"Ini adalah momentum emas. Jika dikelola dengan benar melalui BUMD dan koperasi, Jember akan mengalami lompatan ekonomi yang luar biasa sekaligus menuntaskan masalah stunting secara permanen," tambahnya.
Editor : Hariri HJ