
Kreatifitas ini membuat suasana pembelajaran di SMA Negeri 2 Bondowoso semakin menyenangkan.
Inovasi terbarunya adalah Guiding Teachers For Optimizing Potensial Through Visionary Mappring Project (G-STOP Vision Project).
Baginya, membangun karakter generasi adalah keutamaan.
Hal inilah yang kemudian membuat siswa-siswinya memiliki tujuan hidup yang jelas. "Tidak semua siswa itu berani mengembangkan potensi dirinya.
Hal ini dipengaruhi banyak hal, salah satunya adalah pendidikan didalam keluarganya," ungkapnya.
Peraih nominasi East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2026 Satuan Pendidikan Wilayah Bondowoso-Situbondo tersebut menilai dengan visionary mapping project sangat penting untuk masa depan anak didiknya.
"Setiap anak itu kita yakini memiliki potensi yang luar biasa, sehingga jika sejak awal dia termapping, maka visi masa depannya lebih mudah dicapai," papar Olif.
Dibawah kepemimpinannya, saat ini SMA Negeri 2 memiliki kerjasama dengan luar negeri yang dapat menampung lulusannya untuk melanjutkan studinya.
"Ada dengan Jerman, China, Malaysia, India dan Australia. Ini nyambung dengan visionary mapping project itu," pungkasnya.
Sebagai perempuan, Olif menginspirasi tentang sebuah upaya melahirkan generasi emas dimasa mendatang. (ika/nur)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi